Archi (ARCI) Putuskan Tak Bagikan Dividen, Ini Penjelasan Manajemen
JAKARTA, investortrust.id – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) memutuskan untuk tidak membagi dividen dari kinerja 2024, meski perseroan mencatatkan laba bersih. Demikian keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan Kamis (19/6/2025).
Meski tak membagikan dividen saham ARCI terpantau justru melesat sebanyak Rp 60 (11,11%) menjadi Rp 600 pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Sedangkan dalam sebulan terakhir, saham ARCI telah melesat sebanyak 70,45% dan kenaikan year to date (ytd) lebih dari 145%.
Baca Juga
Mirae Sekuritas: Harga Emas Bisa ke US$ 3.500, Saham 4 Emiten Ini Layak Dilirik
“Seperti yang sudah dipaparkan dalam RUPST bahwa dari kinerja tahun 2024, perseroan memutuskan tidak akan membagikan dividen. Mengingat hasil eksplorasi kami yang sangat-sangat signifikan,” jelas Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra dalam paparan publik di Rajawali Place, Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Manajemen meyakini, dana dari perolehan laba bersih 2024 akan lebih bermanfaat bagi pemegang saham, bila digunakan untuk melanjutkan eksplorasi yang memberi dampak positif untuk produksi emas di tahun-tahun berikutnya.
Belum lagi, Rudy menyebutkan, bahwa berdasarkan sejumlah proyeksi lembaga internasional, harga emas masih cukup stabil, bahkan bisa mencapai US$ 4.000 per gram (onces).
“Jadi laba bersih yang kami bukukan akan dimanfaatkan untuk kegiatan operasi karena itu jauh lebih memberikan manfaat banyak untuk pemegang saham ARCI,” tegasnya.
Baca Juga
IHSG Ditutup Anjlok 1,96% Dipicu Penurunan Tajam Mayoritas Saham, Kecuali Saham Ini
Di tengah persiapan penambangan kembali pit Araren, perseroan berhasil mencetak peningkatan pendapatan sebesar 15,2% menjadi US$ 287,6 juta pada 2024, naik dari US$ 249,6 juta pada 2023.
Namun emiten dengan kapitalisasi pasar Rp 14,9 triliun per 19 Juni 2025 itu, mencatatkan penurunan laba bersih 28,22% (yoy) menjadi US$ 10,4 juta atau sekitar Rp 171,27 miliar (kurs jisdor Rp 16.378) tahun lalu.
“Kami bangga tetap membukukan laba bersih positif, sekaligus menunjukkan ketahanan bisnis kami meski menghadapi berbagai tantangan selama tahun 2024. Fokus kami ke depan adalah akselerasi produksi dan pengembangan strategis,” pungkas Rudy.

