IHSG Ditutup Anjlok 1,96% Dipicu Penurunan Tajam Mayoritas Saham, Kecuali Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/6/2025), anjlok parah sebanyak 139,15 poin (1,96%) ke level terendah baru dalam sebulan terakhir menjadi 6.968. Kejatuhan dipicu atas koreksi seluruh sektor saham.
Kejatuhan tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas saham big cap, seperti saham emiten Prajogo Pangestu TPIA, BREN, dan CUAN turun parah. Begitu juga dengan saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan lainnya datang dari saham Hapsoro RAJA dan RATU.
Baca Juga
Indonesian Paradise Property (INPP) Bagi Dividend 20% dari Laba 2024
Penurunan sejalan dengan koreksi seluruh sektor saham, seperti material dasar 3,76%, sektor energy 1,78%, sektor teknologi 2%, sektor tranportasi 3,86%, dan sektor keuangan 1,61%.
Meski IHSG terjungkal, saham ini tetap perkasa, yaitu PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) naik 35% menjadi Rp 81, PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 23,93% menjadi Rp 202, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 21,95% menjadi Rp 100, PT Master Print Tbk (PMTR) naik 14,74% menjadi Rp 179, dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik 14,65% menjadi Rp 1.800.
Sebaliknya penurunan tajam melanda saham OBAT turun 15% menjadi Rp 443, CBUT turun 14,97% menjadi Rp 1.250, MBSS melemah 14,89% menjadi Rp 2.000, IOTF jatuh 14,85% menjadi Rp 172, dan KOPI melemah 13,88% menjadi Rp 422.
Baca Juga
BNI Masuk Daftar Global 2000 Forbes 2025, Bukti Kinerja Positif yang Diakui Dunia
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 48,06 poin (0,67%) menjadi 7.107 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 649,39 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA dan AMMN.
Pelemahan tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer primer 1,29%, sektor teknologi 1,21%, sektor keuangan 0,84%, sektor consumer non primer 0,60%, dan sektor infrastruktur 0,28%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor property dan industry.

