Jelang Aksi Korporasi Jumbo, Begini Prospek Saham Surge (WIFI)
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge berhasil masuk dalam daftar top 5 saham kenaikan tertinggi dalam sepekan. Saham emiten penyedia layanan broadband ini cetak kenaikan harga 25% menjadi Rp 2.250 dalam sepekan terakhir. Bahkan, dalam dua hari terakhir pekan ini, saham WIFI mendadak melesat sebanyak 41,95%.
Lalu, bagaimana prospek sahamnya? Apakah masih berpeluang lanjutkan penguatan? Samuel Sekuritas dalam riset terbarunya menginisiasi riset saham WIFI rekomendasi beli dengan target harga Rp 5.200. Dengan harga penutupan Rp 2.250, terbuka peluang penguatan saham ini sebanyak 131%.
Baca Juga
Ini Alasan Bambang Brodjonegoro Mundur dari Komisaris Telkom Indonesia
“Kami memandang struktur pemegang saham baru perseroan akan berdampak positif bagi WIFI, yaitu terciptakan peluang bisnis lebih baik dan fleksibilitas keuangan ke depan. Hal ini pentin mengingat rasio utang bersih perseroan tahun lalu mencapai 131%,” tulis riset analis Samuel Sekuritas Jason Sebastian dan Jonathan Guyadi dalam riset yang diterbitkan awal pekan ini.
Samuel Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap strategi pertumbuhan WIFI yang tergolong luar biasa, prospek pendapatan tumbuh kuat, dan potensi masuknya saham WIFI dalam dalam MSCI Indonesia untuk saham kapitalisasi pasar kecil.
Sebelumnya, PT Arsari Sentra Data, perusahaan yang dikendalikan Hashim S. Djojohadikusumo atau Adik Presiden Prabowo, telah menjadi pemegang saham terbanyak WIFI. Secara bersamaan pengusaha yang juga mantan direktur utama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Arwin Rasyid dan politisi sekaligus pengusaha Fadel Muhammad telah menjadi pemegang saham baru WIFI sejak akhir Desember 2024.
Baca Juga
Anjlok Sejak Listing hingga Investor Boncos, Yupi Indo (YUPI) Kehilangan Market Cap Rp 7,67 Triliun
Samuel Sekuritas melanjutkan bahwa target harga tinggi tersebut menggambarkan upaya WIFI membidik sebanyak 1,5 juta sambungan internet atau home pass tahun ini dan ditargetkan meningkat menjadi 5,57 home pass pada 2027. Dengan pertumbuhan sambungan pesat ini diharapkan laba bersih perseroan melesat menjadi Rp 517 miliar tahun 2025 dan menjadi Rp 1,99 triliun pada 2027, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 231 miliar.
Penambahan pesat sambungan akan dilakukan dengan menggandeng program penyediaan rumah rakyat. Langkah ini sejalan dengan program manajemen untuk menangkat pasar menengah bawah yang tingkat persaingannya masih rendah.
Samuel Sekuritas juga menyebutkan bahwa WIFI merupakan penyedia layanan fixed broadband (FBB) berbiaya paling murah atau setara dengan 4% dari upah minimum di pulau Jawa. Biaya murah ini didukung kerja sama ekslusif perseroan dengan jaringan rel Kereta Apai Indonesia, PLN/ICON, hingga jaringan pipa Pertamina Gas.
Baca Juga
19 Emiten Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Jangan Sampai Ketinggalan!
Hal ini menjadikan WIFI sebagai perusahaan penyedia layanan broadband dengan ROIC tertinggi mencapai 18,2%, dibandingkan dengan rata-rata perusahaan sejenis sebanyak 10,9%. Perseroan juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi asal Jepang, NTT East Corporation, untuk memperkuat posisi perseroan di pasar menengah ke bawah.
Surge (WIFI) sebelumnya telah mengumumkan rencana penerbitan saham baru atau rights issue dengan target dana Rp 5,89 triliun. Perseroan juga telah menggandeng Nippon Telegraph and Telephone East Corporation (NTT East), perusahaan telekomunikasi asal Jepang, untuk menginvestasikan dana senilai Rp 4 triliun kepada PT Jaringan Infra Andalan (JIA), yaitu perusahaan yang dikendalikan PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) atau Surge.
Melalui investasi tersebut NTT East akan bertindak menjadi pemegang 49% saham JIA dan sisanya dikendalikan perusahaan yang dikendalikan adik Hashim Djojohadikusumo.

