Anjlok Sejak Listing hingga Investor Boncos, Yupi Indo (YUPI) Kehilangan Market Cap Rp 7,67 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Saham produsen permen jelly merk Yupi, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), telah anjlok sebanyak 37,44% terhitung sejak listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 Maret 2025 hingga penutupan pasar Jumat (11/4/2025). Saham YUPI telah anjlok dari harga IPO Rp 2.390 menjadi Rp 1.495 per saham.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, saham YUPI menunjukkan tren penurunan sejak listing perdana di BEI pada 25 Maret. Bahkan, saham ini dibuka langsung turun saat debut perdana, meski akhirnya ditutup stagnan hari itu. Sebelumnya, YUPI masuk pasar saham dengan manggandeng penjamin pelaksana emisi efek PT Mandiri Sekuritas dan CIMB Niaga Sekuritas dan penjamin emisi efek PT OCBC Sekuritas Indonesia.
Penurunan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) YUPI anjlok menjadi Rp 12,77 triliun, dibandingkan kapitalisasi saat IPO saham bernilai Rp 20,42 triliun. Dengan demikian, market cap YUPI telah hangus Rp 7,67 triliun kurang dalam sebulan diperdagangan di BEI.
Baca Juga
Mulai Bookbuilding, Yupi Indo Jelly (YUPI) Icar Dana IPO Rp 2,13 Triliun
Sebelumnya, emiten yang akan dicatatkan di papan utama ini sebelumnya telah berhasil menuntaskan penawan umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebanyak 854,44 juta saham atau setara dengan 10%. Dengan demikian total dana yang berhasil diraup mencapai Rp 2,04 triliun.
Dengan nilai perolehan IPO sebanyak Rp 2,04 triliun, YUPI tercatat sebagai emiten pendatang baru dengan perolehan dana terbesar kedua setelah PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Sebagaimana diketahui CBDK yang listing di BEI pada 9 Januari 2025 menorehkan dana IPO saham bernilai Rp 2,30 triliun dengan melepas sebanyak 10% saham.
YUPI merupakan perusahaan produsen soft candy terkemuka di Indonesia yang telah memasarkan produknya ke Sembilan negara di Asia Tenggan dan 36 negara lainnya. Perseroan memiliki sejumlah merek dagang, seperti Yupi, Just for Fun, dan Gummy Zone.
Terkait perolehan dana IPO saham terdiri atas penawaran umum saham senilai Rp 640,83 miliar dan sisanya divestasi saham mencapai Rp 1,49 triliun oleh PT Sweets Indonesia.
Baca Juga
Mulai Bookbuilding, Yupi Indo Jelly (YUPI) Icar Dana IPO Rp 2,13 Triliun
Perseroan berencana mengucurkan sekitar 77% dana dari hasil penawaran saham baru Rp 640,83 miliar yang dikeluarkan untuk keperluan pembiayaan belanja modal (capital expenditure/capex), untuk membangun pabrik baru di Nganjuk, Jawa Timur.
Pabrik yang ditargetkan beroperasi pada 2026 itu diproyeksikan membutuhkan dana sekitar Rp 435,50 miliar. Sedangkan sisanya sekitar 23% akan digunakan sebagai modal kerja. Ini baik untuk melakukan ekspansi bisnis ke pasar internasional maupun pasar dalam negeri.
Sedangkan berdasarkan kinerja keuangan hingga September 2024, YUPI membukukan peningkatan laba periode tahun berjalan dari Rp 440,44 miliar menjadi Rp 484,25 miliar. Sebaliknya pendapatan perseroan turun dari Rp 2,52 triliun menjadi Rp 2,41 triliun.

