Minat Investasi Aset Kripto dan Emas Tokenisasi di Negara Berkembang Melesat, Terpangaruh Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id - Ketidakpastian global akibat peningkatan ketegangan perang dagang yang menciptakan kekhawatiran terhadap resesi telah mengguncang kepercayaan terhadap status Amerika Serikat (AS) sebagai tempat berlindung yang aman.
Di tengah volatilitas pasar keuangan yang meningkat, perhatian investor beralih ke aset kripto dan emas yang ditokenisasi, terutama di negara berkembang. CEO platform aset digital Fasset Raafi Housain mengungkapkan, volume perdagangan aset digital melonjak secara signifikan di sejumlah wilayah.
Baca Juga
“Di negara-negara seperti Indonesia dan Pakistan, aktivitas perdagangan di Fasset lebih dari dua kali lipat pekan ini. Sebagian karena pengguna kembali dari Idulfitri, tetapi juga karena permintaan yang meningkat untuk aset yang terasa tangguh di tengah ketidakpastian,” ujarnya, dilansir dari BeInCrypto, Minggu (13/4/2025).
Lonjakan ini menunjukkan perubahan strategi para investor yang cermat membaca situasi ekonomi global. Mereka mulai melirik instrumen-instrumen yang sebelumnya terbatas aksesnya, seperti ekuitas AS dan komoditas digital. “Kripto memimpin lonjakan itu. Kami juga melihat peningkatan minat pada emas yang ditokenisasi, dan menariknya ekuitas AS,” kata Raafi.
Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump, yang memperkeruh kondisi perdagangan global. Meski The Fed belum sepenuhnya mengungkap dampak tarif dalam angka inflasi saat ini, sejumlah ekonom mulai memberi peringatan keras.
Baca Juga
Kepala Ekonom Moody’s Analytics Mark Zandi mengatakan, tekanan inflasi bisa meningkat tajam pada musim panas, jika kebijakan tarif saat ini tetap berjalan. Bahkan, ia membuka kemungkinan terjadinya resesi, meski ada penundaan selama 90 hari pada sebagian tarif, kecuali untuk Cina.
“Statistik inflasi akan terlihat buruk pada pertengahan musim panas, jika kebijakan perdagangan saat ini tetap berlaku,” ucapnya.
Dalam situasi ini, investor global tampaknya memilih adaptasi ketimbang kepanikan. “Jelas bahwa investor di pasar dengan pertumbuhan tinggi tidak mundur. Mereka sedang mengkalibrasi ulang, mencari diversifikasi dan lebih banyak kontrol dalam lingkungan yang tidak dapat diprediksi,” ujar Mark.

