Tiga Saham Emiten Prajogo akan kembali Gagal Masuk MSCI Periode Mendatang, Turbulensi Mengintai Pekan Depan?
JAKARTA, investortrust.id – Tiga emiten Prajogo Pangestu ini kembali pupus harapan masuk dalam daftar MSCI Global Standard Index dalam tinjaun daftar per Mei 2025. Kegagalan tiga saham ini masuk MSCI sudah berulang kali dengan berbagai alasan.
MSCI dalam klarifikasinya pada Jumat (11/4/2025) menyebutkan bahwa pihaknya tidak akan memasukkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO), dalam perhitungan indeks MSCI mendatang, yaitu Mei 2025.
Baca Juga
Tak Hanya TPIA dan BREN, Emiten Prajogo Ini Ikut Buyback Saham Bernilai Jumbo
“Saham Indonesia yang masuk UMA atau papan pemantauan dengan kriteria 10 dalam 12 bulan terakhir tidak akan dipertimbangkan untuk masuk indeks MSCI,” tulis pengumuman resmi tersebut.
Berdasarkan data saham BREN sempat masuk UMA pada 17 April 2024 akibat kenaikan harga drastic, bahkan saham ini sempat mengalami penghentian sementara atau suspend. Begitu juga dengan saham CUAN terakhir masuk UMA pada 9 Januari 2025 akibat kenaikan harga signifikan. Terakhir, saham PTRO masuk UMA pada 3 September 2024 akibat kenaikan harga signifikan.
Sebelumnya, MSCI Global juga tidak memasukkan saham BREN, CUAN, dan PTRO, dalam daftar MSCI Indonesia Investable Market Index per Maret 2025 berdasarkan analisis dan masukan.
Baca Juga
Saham BREN, CUAN, dan PTRO Babak Belur Usai Gagal Masuk MSCI Indeks
Keputusan MSCI tersebut memicu kejatuhan dalam saham-saham emiten Prajogo Pangestu pada pagi hari ini. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dibuka auto reject bawah (ARB) sebanyak 19,94% menjadi Rp 7.025 dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebanyak 19,96% menjadi Rp 11.325.
Penurunan dahsyat juga melanda saham PT Petrosea Tbk (PTRO) sebanyak 17% menjadi Rp 3.170, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 10,19% menjadi Rp 7.275 dan PT barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 6,59% menjadi Rp 845. Saham yang dikaitkan dengan Prajogo, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) juta terlempar sebanyak 12% menjadi Rp 7.800.
Kegagalan saham BREN masuk indeks MSCI bukan baru kali ini. Pada Juni 2024, saham BREN gagal masuk FTSE Global Equity Index akibat saham BREN masuk dalam papan pemantauan khusus (PPK) Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA). Kegagalan tersebut membuat saham ini sempat anjlok hingga ARB berhari-hari.
Pada Maret 2024, saham BREN sempat masuk dalam daftar penghuni FTSE Global Index-large capital market. Namun secara mendadak saham BREN dikeluarkan lagi dari daftar tersebut akibat free float saham kecil.

