Volume Transaksi Agen BRILink Tembus Rp 767 Triliun, Naik 13,6% di Semester I 2024
JAKARTA, investortrust.id – Transaksi di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI melalui Agen BRILink dan BRImo sama-sama meningkat sepanjang paruh pertama 2024.
Hingga akhir Juni 2024, BRI telah memiliki 993 ribu Agen BRILink yang tersebar di lebih dari 61.000 desa. Jumlah tersebut tercatat telah melayani lebih dari 80% total desa di Indonesia. Adapun volume transaksi Agen BRILink selama Januari-Juni 2024 telah mencapai sebesar Rp 767 triliun atau tumbuh 13,6% secara tahunan.
“Komitmen BRI untuk terus melayani seluruh lapisan masyarakat direalisasikan melalui strategi hybrid bank, salah satunya dengan keberadaan Agen BRILink,” ujar Direktur Utama BRI Sunarso, Kamis (25/7/2024).
Menurut dia, Agen BRILink terbukti mampu menjawab karakteristik nasabah mikro dan saat ini memiliki peranan penting dalam roda perekonomian, serta kehidupan masyarakat.
Baca Juga
Hadirnya Agen BRILink memudahkan aktivitas kehidupan masyarakat Indonesia melalui fitur-fitur dan layanan yang disediakan. Sebut saja, seperti untuk pembayaran tagihan listrik, air, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, dan setoran pinjaman.
Agen BRILink juga mampu memberikan layanan referral pembukaan rekening tabungan BSA dan pinjaman, serta transaksi lainnya.
Di sisi lain, perseroan juga terus memperkuat ekosistem super apps BRImo sebagai salah satu strategi transformasi digitalnya untuk memberikan berbagai kemudahan masyarakat dalam bertransaksi.
Baca Juga
Gandeng BRI dan BNI, Mercuryo Rilis Fitur Beli Kripto dengan Rupiah
Hingga akhir Juni 2024 tercatat BRImo telah digunakan oleh lebih dari 35,2 juta pengguna dan berhasil mencatatkan 2,01 miliar transaksi finansial. Kegiatan ini mencetak volume transaksi hingga Rp 2.574 triliun yang tumbuh 35,81% secara tahunan.
Selain pertumbuhan yang berkualitas, perseroan juga terbukti mampu meningkatkan fee based income menjadi sebesar Rp 11,26 triliun atau tumbuh 10,15% secara tahunan dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 10,22 triliun.

