Yupi Indo (YUPI) Gelar Listing Perdana Pagi Ini, Berikut Fakta terkait Perseroan
JAKARTA, investortrust.id - Produsen permen jelly merk Yupi, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Perseroan melepas sebanyak 854,44 juta saham dengan harga perdana Rp 2.390.
Emiten yang akan dicatatkan di papan utama ini sebelumnya telah berhasil menuntaskan penawan umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebanyak 854,44 juta saham atau setara dengan 10%. Dengan demikian total dana yang berhasil diraup mencapai Rp 2,04 triliun. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek PT Mandiri Sekuritas dan CIMB Niaga Sekuritas dan penjamin emisi efek PT OCBC Sekuritas Indonesia.
Baca Juga
Mulai Bookbuilding, Yupi Indo Jelly (YUPI) Icar Dana IPO Rp 2,13 Triliun
Dengan nilai perolehan IPO sebanyak Rp 2,04 triliun, YUPI tercatat sebagai emiten pendatang baru dengan perolehan dana terbesar kedua setelah PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Sebagaimana diketahui CBDK yang listing di BEI pada 9 Januari 2025 menorehkan dana IPO saham bernilai Rp 2,30 triliun dengan melepas sebanyak 10% saham.
YUPI merupakan perusahaan produsen soft candy terkemuka di Indonesia yang telah memasarkan produknya ke Sembilan negara di Asia Tenggan dan 36 negara lainnya. Perseroan memiliki sejumlah merek dagang, seperti Yupi, Just for Fun, dan Gummy Zone.
Terkait perolehan dana IPO saham terdiri atas penawaran umum saham senilai Rp 640,83 miliar dan sisanya divestasi saham mencapai Rp 1,49 triliun oleh PT Sweets Indonesia.
Baca Juga
Target Harga Saham Hermina (HEAL) Dipangkas Saat Laba Naik, Ada Apa?
Perseroan berencana mengucurkan sekitar 77% dana dari hasil penawaran saham baru Rp 640,83 miliar yang dikeluarkan untuk keperluan pembiayaan belanja modal (capital expenditure/capex), untuk membangun pabrik baru di Nganjuk, Jawa Timur.
Pabrik yang ditargetkan beroperasi pada 2026 itu diproyeksikan membutuhkan dana sekitar Rp 435,50 miliar. Sedangkan sisanya sekitar 23% akan digunakan sebagai modal kerja. Ini baik untuk melakukan ekspansi bisnis ke pasar internasional maupun pasar dalam negeri.
Sedangkan berdasarkan kinerja keuangan hingga September 2024, YUPI membukukan peningkatan laba periode tahun berjalan dari Rp 440,44 miliar menjadi Rp 484,25 miliar. Sebaliknya pendapatan perseroan turun dari Rp 2,52 triliun menjadi Rp 2,41 triliun.

