Mulai Bookbuilding, Yupi Indo Jelly (YUPI) Icar Dana IPO Rp 2,13 Triliun
JAKARTA, investortrust.id- Produsen permen jelly merk Yupi, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham, dengan mengincar dana Rp 2,13 triliun. Bookbuilding (penawaran awal) dimulai Kamis ini (06/03/2025),
Berdasarkan prospektus, pada masa bookbuilding, YUPI mematok harga IPO berkisar Rp 2.100 - Rp 2.500 per saham. "Masa penawaran awal berlangsung pada 6–10 Maret 2025. Sedangkan masa penawaran umum diperkirakan akan berlangsung pada 17–19 Maret dan pencatatan saham di BEI pada 21 Maret 2025," paparnya.
Perusahaan berkode saham YUPI ini menawarkan maksimal 854,44 juta saham, atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor pasca-IPO. Penawaran tersebut terdiri dari 256,33 juta saham baru atau setara 3% dan 598,11 juta saham milik PT Sweets Indonesia dalam rangka divestasi atau setara dengan 7%.
Jumlah perusahaan yang menggelar IPO di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2024. Infografis: Litbang Investortrust, BEI.
Rp 1,49 Triliun Divestasi Dari sasaran dana IPO tersebut, sebanyak Rp 640,83 miliar akan berasal dari penjualan saham baru YUPI. Sedangkan senilai Rp 1,49 triliun adalah hasil dari penawaran umum aset divestasi yang dilakukan PT Sweets Indonesia.
Perseroan berencana mengucurkan sekitar 77% dana dari hasil penawaran saham baru yang dikeluarkan untuk keperluan pembiayaan belanja modal (capital expenditure/capex), untuk membangun pabrik baru di Nganjuk, Jawa Timur. Pabrik yang ditargetkan beroperasi pada 2026 itu diproyeksikan membutuhkan dana sekitar Rp 435,50 miliar.
Sedangkan sisanya sekitar 23% akan digunakan sebagai modal kerja. Ini baik untuk melakukan ekspansi bisnis ke pasar internasional maupun pasar dalam negeri.