Harga Bitcoin Jatuh ke US$ 84.000 Imbas Kekhawatiran Inflasi dan Gejolak Perdagangan
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin jatuh ke US$ 84.000 bahkan sempat di US$ 83.000-an dipicu oleh pergolakan di pasar keuangan di tengah usulan tarif Trump terhadap perusahaan farmasi. Bersamaan dengan itu, data sentimen konsumen bulan Maret menyoroti proyeksi tertinggi untuk inflasi jangka panjang dalam lebih dari tiga dekade.
Pasar mata uang kripto mengikuti lintasan ekuitas pada hari Jumat (28/3/2025), karena tolok ukur utama AS anjlok tiba-tiba menjelang akhir sesi. Tiga kekuatan yakni angka sentimen konsumen bulan Maret, indikator inflasi baru, dan permusuhan perdagangan baru dari pemerintahan Trump menyatu menjadi badai turbulensi keuangan yang sempurna.
Menilik data Coinmarketcap, Sabtu (29/3/2025) pukul 08.28 WIB nilai kapitalisasi pasar atau market cap kripto terkikis 3,46% dalam 24 jam, menetap di angka US$ 2,74 triliun. Bitcoin menguasai 61% dari nilai ini namun anjlok ke titik terendah intraday di angka US$ 83.544. Volume perdagangan kripto global mendekati US$ 89,27 miliar. Adapun harga Bitcoin (BTC) turun 3,36% ke US$ 84.247 per koin.
Melansir Bitcoin.com, Sabtu (29/3/2025) pergerakan harga Bitcoin kini mencerminkan denyut nadi Wall Street, karena ambiguitas ekonomi makro dan gesekan geopolitik menggambarkan keterikatan aset digital yang semakin dalam dengan keuangan konvensional.
Baca Juga
Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi, Bitcoin Lagi-lagi Gagal Tiru Reli Sang Logam Mulia
Meskipun pangsa pasar dan likuiditas Bitcoin menunjukkan ketahanan laten, namun ada kegelisahan di antara para trader yang mengkhawatirkan soal data inflasi dan perubahan regulasi.
Salip Kapitalisasi Emas
Sementara itu, pendiri strategi Michael Saylor memprediksi bahwa Bitcoin akan menyerap hingga US$ 500 triliun modal global dengan menggantikan emas, real estat, dan tempat penyimpanan nilai tradisional (SoV) lainnya dalam transformasi kekayaan digital yang luas.
Baca Juga
Ketemu Sandiaga Uno, Timothy Ronald Ibaratkan Bitcoin Sebagai Aset Properti Digital
Saylor, seorang pendukung bitcoin (BTC) yang vokal, menguraikan lintasan pertumbuhan yang agresif untuk mata uang kripto tersebut dalam sebuah diskusi panel baru-baru ini. Ia memperkirakan kapitalisasi pasarnya akan membengkak dari hampir US$ 2 triliun menjadi US$ 500 triliun karena modal meninggalkan "aset abad ke-20."
Ia berpendapat bahwa pergeseran ini akan membuat Bitcoin pertama-tama menyalip kapitalisasi pasar emas sebesar US$ 12 triliun, kemudian nilai real estate yang diperkirakan mencapai US$ 300 triliun. Apalagi pamor Bitcoin mulai naik di tengah meningkatnya adopsi institusional.

