Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi, Bitcoin Lagi-lagi Gagal Tiru Reli Sang Logam Mulia
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) kembali gagal meniru reli emas karena aset berisiko merosot akibat tarif perdagangan Amerika Serikat (AS). Namun begitu, trader melihat ada potensi kenaikan harga BTC melewati US$ 90.000 pada fase selanjutnya. Adapun, harga Bitcoin (BTC) pada Jumat (28/3/2025) pukul 10.40 WIB terpantau di posisi 86.829 atau turun 0,99% dalam 24 jam terakhir.
Data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView menunjukkan volatilitas harga BTC kembali terjadi saat pembukaan Wall Street. BTC/USD menunjukkan perilaku perdagangan yang tidak pasti sejalan dengan saham AS karena revisi kedua PDB kuartal IV Amerika Serikat (AS) berada di atas perkiraan median 2,3%.
Pada saat yang sama, klaim pengangguran awal tidak mencapai perkiraan, yang berpotensi mendorong kebijakan keuangan yang lebih agresif dari Federal Reserve dalam bentuk suku bunga yang lebih tinggi.
Namun, pokok bahasan utama di antara komentator pasar adalah tarif pada mobil non-buatan AS yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Hal ini menambah kekhawatiran yang ada atas serangkaian tarif yang akan dimulai pada tanggal 2 April.
"Tarif ini akan memiliki implikasi besar," tulis sumber perdagangan The Kobeissi Letter dilansir dari Cointelegraph, Jumat (28/3/2025).
Baca Juga
Ketemu Sandiaga Uno, Timothy Ronald Ibaratkan Bitcoin Sebagai Aset Properti Digital
Aset berisiko yang sudah sensitif terhadap kejutan tarif, gagal naik. Di mana pemenang yang jelas dari berita terbaru adalah emas.
Harga emas menembus level baru yang tidak pernah tercatat sejarah. Harga sang logam mulia melonjak di tengah kekhawatiran mengenai pemberlakuan tarif impor mobil asing di AS. Harga emas mencapai rekor tertinggi pada Kamis (27/3/2025) karena investor beralih ke aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global dan merosotnya pasar saham.
Merujuk Refinitiv, pada perdagangan Kamis (27/3/2025), harga emas ditutup di posisi US$ 3.056,1 per troy ons atau terbang 1,22%. Lonjakan harga ini membawa emas ke level baru di kisaran US$ 3.050. Level setinggi ini belum pernah tercatat dalam sejarah. Emas mengulangi tren kenaikan yang sudah ada, sementara Bitcoin tidak mengalami perubahan.
“Emas kini telah menambahkan US$ 7 triliun kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir. Kapitalisasi pasarnya juga mendekati US$ 21 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah,” tambah Kobeissi.
Baca Juga
Harga Emas Antam Cetak Rekor Dekati Rp 1,8 Juta Imbas Tarif Otomotif AS
Sementara, trader populer Titan of Crypto mengamati potensi kenaikan ke US$ 91.000 sebagai bagian dari penembusan naik dari "panji bullish" pada grafik BTC/USD.
Minggu ini, Titan of Crypto mengungkapkan adanya penembusan pada kerangka waktu harian, yang mengakhiri tren penurunan selama beberapa bulan. Sedangkan trader Mikybull Crypto memberikan target harga BTC sebesar US$ 112.000.

