Lompatan Saham BUMN hingga Emiten Big Cap Bikin IHSG Melejit 3,80%
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/3/2025), ditutup terbang 236,74 poin (3,80%) menjadi 6.472,74. Bahkan, IHSG sempat melesat lebih dari 4% menjadi 6.489 dengan nilai transaksi melonjak Rp 14,04 trilun.
Penguatan tersebut ditopang atas kenaikan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 4,31%, sektor keuangan 3,60%, sektor infrastruktur 3,11%, sektor energi 2,51%, sektor property 2,60%, dan sektor transportasi 4%.
Baca Juga
Seluruh Saham BUMN Terbang hingga Beberapa Cetak ARA Hari Ini, Danantara mulai Masuk Pasar Saham?
Penguatan pesat indeks kali ini ditopang kenaikan pesat hampir seluruh sektor saham, khususnya saham emiten BUMN. Kenaikan juga ditopang penguatan saham-saham big cap, emiten konglomerasi Prajogo Pangestu hingga Agung Sedayu.
Berdasarkan data, saham empat bank cetak lompatan harga, seperti BMRI melesat 8,65% menjadi Rp 5.150, BBCA naik 5,90% menjadi Rp 8.525, BBRI naik 5,26% menjadi Rp 4.000, dan BBNI melesat 8,97% menjadi Rp 4.250.
Kenaikan juga melanda saham emiten Prajogo Pangestu, seperti saham BREN melesat 6,34% menjadi Rp 5.450, TPIA menguat 5,17% menjadi Rp 7.125, dan CUAN naik 4,45% menjadi Rp 6.450. Sedangkan saham yang cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) naik 34,69% menjadi Rp 132, PT Ahdi Karya Tbk (ADHI) naik 34,52% menjadi Rp 226, PT Wika Beton Tbk (WTON) naik 34,38% menjadi Rp 86, PT PP Presisi Tbk (PPRE) naik 33,33% menjadi Rp 68, PT PP Tbk (PTPP) naik 25% menjadi Rp 290, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 19,93% menjadi Rp 8.875.
Baca Juga
Sebaliknya penurunan paling dalam di awal transaksi menimpa saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC), PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI).
Kemarin, IHSG ditutup rebound sebanyak 1,21% menjadi 6.235 dengan pemodal asing akhirnya merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham bernilai Rp 214,64 miliar. Terbanyak PT Bank rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 338,42 miliar, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) Rp 261,77 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 69,22 miliar.

