IHSG Rebound 1,42% Terangkat Lompatan Saham Big Cap Dipimpin Emiten Prajogo Ini
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/3/2025), ditutup rebound signifikan sebanyak 88,27 poin (1,42%) menjadi 6.311,66. Pergerakannya dalam rentang 6.147-6.332 dengan nilai transaksi Rp 10,51 triliun.
Penguatan indeks terdorong kenaikan pesat saham big cap, khususnya saham emiten Prajogo Pangestu. Di antaranya, BREN, TPIA, BRPT, CUAN, dan PTRO. Penguatan juga didukung kenaikan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) hingga auto reject atas (ARA). Penguatan juga terdorong kenaikan tipis saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.
Rebound indeks tersebut kian membesar setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengizinkan emiten menggelar pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kebikan ini yang akan diterapkan selama enam bulan tersebut telah berlaku mulai kemarin.
Baca Juga
Soechi Lines (SOCI) Ungkap Pembelian Tanker LNG hingga Pengalihan Saham Ini
Secara sectoral, saham sektor teknologi menjadi penopang utama dengan kenaikan 9,59%, sektor energi 1,66%, sektor material dasar 1,18%, sektor industry 0,55%, sektor property 0,92%, dan sektor infrastruktur 0,92%. Satu-satunya sektor saham turun adalah consumer primer 0,12%.
Di tengah penguatan tersebut, lima saham berikut torehkan lompatan harga paling kuat PT Lion Metal Works Tbk (LION) terbang 25% menjadi Rp 490, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) naik 24,17% menjadi Rp 298, PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 20,59% menjadi Rp 615, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) naik 18,33% menjadi Rp 71, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 17,53% menjadi Rp 114.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda, yaitu PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Bisi International Tbk (BISI), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM), dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).
IHSG kemarin ditutup anjlok 248 poin (3,84%) menjadi 6.223 dengan penjualan bersih (net sell) bernilai Rp 2,48 triliun. IHSG kemarin juga sempat mengalami trading halt selama 30 menit, bahkan sempat anjlok lebih dari 7% menjadi 6.011.
Baca Juga
Merger Diprediksi Tuntas Sesuai Target, EXCL Bersiap Raup Sejumlah Manfaat Ini
Penurunan kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, tertinggi sektor teknologi anjlok 9,77%, sektor material dasar 5,99%, sektor energi 3,43%, sektor infrastruktur 3,03%, sektor property 3,33%, dan sektor consumer primer 3,06%.
Kejatuhan juga dipicu atas penurunan saham-saham berkapitalisasi pasar besar, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Kejatuhan juga dipicu anjloknya saham DCII, AMMN, DSSA, dan emiten big cap lainnya.
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat, yaitu saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) melesat 24,73% menjadi Rp 464, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik 23,34% menjadi Rp 228, dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) naik 19,63% menjadi Rp 1.615.

