Usai Rilis Kinerja Keuangan, Dua Sekuritas Ini Pertahankan Target Tinggi Saham Pertamina Geothermal (PGEO)
JAKARTA, investortrust.id - Ditopang keberhasilan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi US$ 407,12 juta pada 2024 mendorong dua sekuritas ini mempertahankan target harga tinggi saham subholding Pertamina Gas negara ini.
Perseroan melaporkan kenaikan tipis pendapatan dari US$ 406,28 juta menjadi US$ 407,12 juta pada 2024. Sebaliknya laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari US$ 163,59 juta pada 2023, dibandingkan tahun 2024 senilai US$ 160,49 juta.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Bukukan Laba Atribusi US$ 160,49 Juta di 2024
Di tengah pencapaian tersebut analis BRI Danareksa Sekuritas Timothy Wijaya mempertahankan rekomendasi beli saham PGEO dengan target harga Rp 1.200. Target harga tersebut mempertimbangkan realisasi laba bersih tersebut sudah merefleksikan 94% dari taget BRI Danareksa Sekuritas dan sekitar 97% dari target consensus analis.
Pandangan positif juga diberikan analis Mandiri Sekuritas Henry Tedja dan Danif Nouval Esfandiari. Dia merekomendasikan netral saham PGEO dengan target harga Rp 1.300. “Target harga tersebut mempertimbangkan pertumbuhan lebih kuat tahun ini sejalan dengan pengoperasian Lumut Balai Unit 2,” tulisnya.
Sedangkan hingga sesi I perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/3/2025), saham PGEO ditutup naik 3,21% menjadi Rp 805.
PGEO sebelumnya mengumumkan pencapaian tahun 2024 dari wilayah operasi Area Lumut Balai setelah berhasil catatkan kenaikan produksi listik lebih tinggi 13,33% dari target yang ditetapkan di 2024. Produksi Listrik area ini mencapai 482.064.456,13 KWh atau lebih tinggi 13,33% dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2024
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Ungkap Perkembangan Target Panas Bumi 1 GW Ini
General Manager PGEO Area Lumut Balai Catur Hendro Utomo S mengatakan, capaian ini menegaskan peran strategis PGEO dalam memperkuat bauran energi hijau dan mendukung target swasembada energi Indonesia. Keberhasilan ini juga merupakan hasil dari kerja sama yang kuat, pemeliharaan fasilitas yang optimal, serta dedikasi seluruh pekerja dalam memastikan kelancaran operasional dan pemanfaatan sumber daya secara maksimal.
"Keberhasilan ini menempatkan Area Lumut Balai sebagai bagian penting dalam menciptakan manfaat bagi masyarakat sekitar dan mendukung transisi energi nasional,” kata Catur.
Saat ini, PGEO Area Lumut Balai mengoperasikan satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), yaitu Unit 1 dengan kapasitas terpasang 55 MW yang beroperasi sejak tahun 2019. Sebagai bagian dari strategi pengembangan energi bersih, PLTP Unit 2 dengan kapasitas tambahan 55 MW sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2025.

