BSD (BSDE) Cetak Lonjakan Laba Atribusi 124%, Nilainya Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) atau BSD, emiten kelompok properti Sinar Mas Land, membukukan lompatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 124% menjadi Rp 4,36 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,95 triliun. Torehan ini menjadikan perseroan sebagai emiten properti dengan laba bersih terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, pertumbuhan pesat laba tersebut ditopang peningkatan pendapatan usaha yang solid serta efisiensi dalam pengelolaan beban operasional. Pertumbuhan juga didukung atas keuntungan dari akuisii saham entitas anak Rp 1,54 triliun pada 2024 bersamaan dengan penurunan beban bunga dan keuangan dari Rp 1,61 triliun menjadi Rp 1,41 triliun.
Baca Juga
Pendapatan melesat dari Rp 11,53 triliun menjadi Rp 13,79 triliun. Sebaliknya beban pokok penjualan turun dari Rp 5,12 triliun menjadi Rp 4,98 triliun. Alahasil laba kotor melesat dari Rp 6,41 triliun menjadi Rp 8,81 triliun. “Peningkatan pendapatan ini terutama berasal dari penjualan unit residensial dan segmen komersial yang terus menunjukkan pertumbuhan positif,” tulisnya dalam penjelasan resmi tersebut.
BSDE mencatatkan segmen penjualan tanah, bangunan, dan strata title mendominasi pendapatan usaha tahun lalu. Segmen ini menyumbang hingga Rp 11,58 triliun atau setara 83,97% dari total pendapatan konsolidasi.
Segmen dengan kontribusi terbesar kedua berasal dari segmen Sewa. Segmen ini mencatatkan kontribusi sebesar Rp 957,58 miliar atau setara dengan 7,01% dari total pendapatan konsolidasi. Lompatan tersebut menjadi laba per saham BSDE melesat dari Rp 93,02 menjadi Rp 208,43 per saham, bandingkan dengan harga penutupan sahanya level Rp 800.
Baca Juga
Investor Asing Akhirnya Catat Net Buy Rp 214,64 Miliar, Saham Bank Ini mulai Dikoleksi
Laba Usaha juga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 53,56% menjadi Rp 4,47 triliun, seiring dengan pengelolaan beban usaha yang tetap terkendali. Total beban usaha tercatat sebesar Rp 4,35 triliun, naik 24,16% dibandingkan tahun lalu, seiring dengan ekspansi bisnis dan peningkatan aktivitas pemasaran.
Total Aset meningkat 13,76% menjadi Rp76,02 triliun dibandingkan Rp66,83 triliun pada 2023. Peningkatan ini diikuti oleh pertumbuhan Total Ekuitas sebesar 14,85% menjadi Rp47,32 triliun, yang mencerminkan fundamental keuangan yang semakin kuat.
“Kinerja keuangan BSDE tahun 2024 menunjukkan fundamental bisnis yang semakin solid. Kami optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ini di tahun 2025 dengan strategi ekspansi yang berkelanjutan serta dukungan dari pasar properti yang semakin kondusif,” ungkapnya.

