Triputra Agro (TAPG) Cetak Lonjakan Laba Atribusi 94% di 2024, Nilainya Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) berhasil membukukan lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 94,02% menjadi Rp 3,12 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,60 triliun.
Manajemen TAPG dalam rilis kinerja keungan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/2/2029), menyebutkan bahwa peniengkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Kenaikan laba tersebut menjadikan laba per saham berseroan ikut melesat dari Rp 81 menjadi Rp 157 per saham.
Baca Juga
Net Sell Rp 1,87 Triliun, Asing Lagi-lagi Buang Saham Bank Ini
Tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan pendapatan dari Rp 8,32 triliun menjadi Rp 9,67 triliun. Sebaliknya beban pokok penjualan turun dari Rp 6,10 triliun menjadi Rp 5,94 triliun. Alhasil laba bruto melesat dari Rp 2,21 triliun menjadi Rp 3,72 triliun.
TAPG jgua mencatatkan kenaikan pesat laba usaha menjadi Rp 3,05 triliun pada 2024, dibandingkan tahun 2023 senilai Rp 1,37 triliun. Lonjakan tersebut juga didukung keuntungan nilai wajar aset, penurunan beban penjualan, dan penurunan beban operasi lainnya.
Baca Juga
Investasi Energi Bersih Butuh Dana Fantastis, Kadin Usul Tax Holiday 15 Tahun
Kenaikan pesat laba perseroan juga ditopang penurunan biaya keuangan dari Rp 152,92 miliar menjadi Rp 75,44 miliar. Lompatan laba dari ventura bersama dan entitas asosiasi dari Rp 643,20 miliar menjadi Rp 803,76 miliar. Alhasil laba tahun berjalan naik dari Rp 1,66 triliun menjadi Rp 3,24 triliun.
Triputra merupakan perusahaan yang dikendalikan bersama PT Daya Adicipta menguasai 19,94% saham TAPG, PT Persada Capital kuasai 33,06% saham, dan PT Triputra Investindo menggenggam 24,05% saham. TP Rachmat juga tercatat sebagai pemegang 5,18% saham TAPG.

