Laba Atribusi BSD (BSDE) Melesat 52,68% hingga Kuartal III-2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) atau BSD, perusahaan property yang dikendalikan Sinarmas, ini berhasil torehkan lompatan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 52,68% dari Rp 1,76 triliun menjadi Rp 2,70 triliun sampai September 2024.
Rilis kinerja keuangan BSDE di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/10/20224), menyebutkan pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan dari Rp 7,30 triliun menjadi Rp 10,06 triliun.
Baca Juga
BSD (BSDE) Tuntaskan Akuisisi 91,99% Saham Suryamas Dutamakmu (SMDM)
Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan laba kotor dari Rp 4,66 triliun menjadi Rp 6,59 triliun. Laba usaha juga melesat dari Rp 2,27 triliun menjadi Rp 3,58 triliun.
Pertumbuhan laba juga didukung penurunan beban bunga dan keuangan dari semula Rp 1,20 triliun menjadi Rp 1,03 triliun hingga September 2024. Kerugian selih kurs mata uang juga turun dari Rp 147,46 miliar menjadi hanya Rp 32,94 miliar.
Kenaikan laba tersebut menjadikan laba per saham dasar BSDE melesat dari Rp 84,59 per saham menjadi Rp 129,20 per saham.
Sebelumnya, Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, BSD optimistis merealisasikan penjualan marketing (marketing sales) mencapai Rp 9,50 triliun tahun ini, meskipun realisasi hingga September 2024 baru mencapai 72%.
Baca Juga
Target Harga BSD (BSDE) Direvisi Naik, Simak Faktor Pendorong Ini
Perseroan optimistis merealiasikan target kinerja keuangan tahun ini sesuai target, seiring dengan berlanjutnya insentif dari pemerintah. “Dengan peluncuran produk yang tepat sasaran dan promosi yang efektif melalui program pemasaran nasional ‘Infinite Living’, BSDE yakin dapat mencapai target prapenjualan tahun 2024 sebesar Rp 9,50 triliun,” tulisnya.
Sedangkan hingga September 2024, BSDE berhasil torehkan penjualan marketing (marketing sales) senilai Rp 6,84 triliun sampai September 2024. Angka ini setara dengan 72% dari target prapenjualan tahun 2024.
Dia mengatakan, kinerja ini mencerminkan peningkatan sebesar 1% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 6,75 triliun. Sedangkan penyumbang utama berasal dari segmen residensial senilai Rp 3,85 triliun atau 56% dari total prapenjualan.
Grafik Saham BSDE

