BCA (BBCA) Siapkan Dana Rp 1 Triliun untuk Buyback Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menganggarkan dana senilai Rp 1 triliun untuk pembelian kembali (buyback) saham dalam kondisi pasar berfluktuasi. Aksi korporasi tersebut akan dilakukan selama tiga bulan.
Manajemen BBCA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/3/2025), menyebutkan bahwa buyback saham tersebut akan dilaksanakan mulai 26 Maret 20225 dan berakhir 24 Juni 2025. Buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku atau harga maksimal buyback Rp 9.200 per saham.
Baca Juga
Usai Rilis Kinerja hingga Februari, Dua Sekuritas Ini Patok Target Tinggi Saham BCA (BBCA)
Manajemen BBCA menyebutkan bahwa buyback tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas perdagangan saham BBCA di pasar modal dalam kondisi volatilitas tinggi sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Terkait prospek saham BBCA, Sucor Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.500. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 5 kali.
Target tersebut merefleksikan potensi pertumbuhan laba bersih moderat BBCA tahun ini. Laba bersih BBCA diprediksi bertumbuh mencapai 6,3% menjadi Rp 58,3 triliun tahun ini dan diharapkan lanjutkan peningkatan menjadi Rp 62,2 triliun pada 2026.
Baca Juga
Saham BCA (BBCA) Mengejutkan Sentuh Level Terendah dalam 31 Bulan hinnga Net Sell Jumbo, Ada Apa?
Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.900. Target tersebut mempertimbangkan kenaikan laba bersih bank only hingga Februari 2025 sebanyak 8% menjadi Rp 8,97 triliun.
Rekomendasi beli juga diberikan tim riset Verdhana Sekuritas. Saham BBCA dipertahankan beli dengant arget harga Rp 12.600. Target harga tersebut menggunakan analissis DuPont dengan sejumlah parameter, seperti risk free rate 6,5%m equity risk premium 7,8%, beta 0,8, dan CAR adjusted ROAE sebanyak 24,5%. Target harga ini mengimplikasikan perkiraan PB sekitar 5,4 kali.

