Chandra Asri (TPIA) akan Buyback Saham Rp 2 Triliun Gunakan Kebijakan OJK Buyback Tanpa RUPS
JAKARTA, investortrust.id– PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyiapkan dana senilai Rp 2 triliun untuk pembelian kembali (buyback) saham. Aksi ini akan berlangsung selama tiga bulan mulai hari ini, Jumat (21/3/2025) hingga 20 Juni 2025 dengan harga pembelian dipatok maksimal Rp 10.000 per saham.
Aksi korporasi emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini memanfaatkan fasilitas buyback saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) yang sudah diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 18 Mare 2025 akibat kondisi pasar saham fluktuatif.
Manajemen TPIA dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/3/2025), menyebutkan bahwa buyback saham ini dilakukan sebagai salah satu upaya perseroan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham, meningkatkan kinerja saham sesuai dengan kondisi fundamental perseroan, dan menjaga kepercayaan publik.
Baca Juga
Saat Harga Sentuh Level Terendah dalam 52 Pekan, Dua Direksi Ini Akumulasi Saham Chandra Asri (TPIA)
“Dana pembelian saham bernilai Rp 2 triliun diambil dari kas internal TPIA secara bertahap. Sedangkan perkiraan jumlah saham yang akan dibeli kembali mencapai 0,29% atau sekitar 250 juta saham,” tulis pengumuman resmi tersebut.
Manejemen TPIA melanjutkan bahwa buyback saham ini tidak akan mengakibatkan penurunan pendapatan Chandra Asri dan tidak berdampak signifikan atas pembiayaan perseroan.
Perseroan, menurut manajemen, berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi buyback saham ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha TPIA, mengingat perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan.
Guna merealisasikan aksi ini, perseroan telah menunju PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai broker pelaksana aksi ini. Sedangkan berdasarkan data tradingview, saham TPIA telah melemah lebih dari 9% dalam sebulan terakhir menjadi Rp 7.075 hingga penutupan sesi I hari ini.
Baca Juga
Sebelumnya, dua direktur Chandra Asri (TPIA) terpantau memborong saham dari pasar, Rabu (19/3/2025). Aksi pembelian tersebut dilakukan saat saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini anjlok pada perdagangan sehari sebelumnya.
Pembelian terbanyak dilakukan Erwin Ciputra dengan memborong sebanyak 308.900 saham TPIA dengan harga dalam rentang Rp 5.525 hingga 6.050. Aksi pembelian tersebut menjadikan total saham TPIA yang dimilikinya bertambah menjadi 139,40 juta saham.
Pembelian serupa juga dilakukan direktur Baritono Prajogo Pangestu, anak pengendali emiten ini Prajogo Pangestu. Dirinya membeli saham TPIA dengan harga Rp 68.500, sehingga total saham yang dimilikinya bertambah menjadi 229.600 unit.
Baca Juga
Masuk Kategori PSN, Chandra Asri (TPIA) Siap Bangun Pabrik Senilai Rp 15 Triliun
TPIA sebelumnya mengumumkan penurunan signifikan pendapatan dari US$ 2,15 miliar menjadi US$ 1,78 miliar pada 2024. Hal ini dipicu atas penurunan pendapatan dari bisnis kimia. Sebaliknya bisnis infrastruktur masih catatkan pertumbuhan.
Penurunan pendapatan tersebut, ungkap manajemen TPIA, akibat adanya gangguan eksternal dalam pasokan dan permintaan yang mengurangi volume penjualan secara keseluruhan selama tahun 2024. Penurunan juga bagian dari dampak TAM yang direncanakan oleh perusahaan.
Di tengah penurunan tersebut laba kotor perseroan juga tergerus dari US$ 81,8 juta menjadi US$ 48,3 juta. EBITDA juga turun tajam dari US$ 130 juta menjadi US$ 76,1 juta. Alhasil rugi bersih TPIA membengkak dari US$ 31,5 juta menjadi US$ 57,3 juta.

