Saham BSI (BRIS) Turun Signifikan di Tengah Pertumbuhan Laba Tinggi, Saatnya Berburu Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI secara mengejutkan telah anjlok lebih dari 13% menjadi Rp 2.180 dalam empat hari transaksi. Bahkan, saham ini kembali bergerak di zona merah pada perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) intraday sesi I, Jumat (21/3/2025).
Penurunan saham BRIS tercatat yang terdalam untuk periode sama, dibandingkan dengan saham bank besar lainnya. Berdasarkan data perdagangan saham, saham BBNI baru turun sekitar 10%, BMRI melemah sekitar 5%, BBRI melemah lebih dari 4,5%, dan BBCA terkoreksi lebih dari 6%.
Baca Juga
Masuk Jajaran 10 Besar Bank Syariah Global Lebih Awal, BRIS Kejar Posisi 5 Besar
Lalu, bagaiman prospek saham BRIS? BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan hari ini, saham BRIS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.900, sehingga terbuka peluang penguatan lebih lanjut sebesar 33%, dibandingkan penutupan BRIS kemarin level Rp 2.180.
“Kami menaikkan peringkat saham BRIS dari semula hold menjadi buy dengan target harga Rp 2.900. Saat ini, saham BRIS menarik untuk ditransaksikan, karena harga pasarnya sudah berada di bawah nilai wajarnya,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset hari ini.
Revisi naik peringkat saham BRIS tersebut juga menggambarkan kinerja keuangan yang tetap kuat hingga Februari 2025. BRIS juga memiliki peluang pertumbuhan pesat kinerja keuangan didukung segmen pasar niche.
Rekomendasi tersebut juga memperkirakan peluang kenaikan laba bersih BRIS menjadi Rp 7,85 triliun, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 7 triliun dan realisasi 2023 senilai Rp 5,70 triliun.
Baca Juga
Terkait penopang pertumbuhan kinerja keuangan BRIS tahun ini, menurut BRI Danareksa Sekuritas, datang dari bisnis emas yang menawarkan yield tinggi dan biaya dana murah. Perseroan juga didukung pertumbuhan pesat simpanan Wadiah dan Haj SA, hingga kenaikan pendapatan berbasis fee.
BRI Danareksa Sekuritas juga memperkirakan pertumbuhan kredit perseroan diharapkan mencapai 15% tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan pertumbuhan kredit bank besar lainnya, sepert BMRI sektiar 9,7%, BBCA 8,5%, BBNI 7,9%, dan BBTN 9,6%, serta bank syariah BTPS hanya 2,8%.
“Peluang pertumbuhan pesat kredit tersebut diharapkan berdampak positif terhadap tingkat keuntungan bank syariah terbesar ini,” tulisnya. Bahkan, diproyeksikan tingkat pertumbuhan laba bersih BRIS tertinggi dibandingkan bank besar lainnya tahun ini.

