Masuk Jajaran 10 Besar Bank Syariah Global Lebih Awal, BRIS Kejar Posisi 5 Besar
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk mampu mencapai target menjadi bagian dari jajaran 10 bank syariah teratas secara global lebih awal. Berikutnya, emiten berkode BRIS ini pun mematok target lebih tinggi lagi, yakni masuk jajaran 5 besar bank syariah global.
Disampaikan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Hery Gunardi, saat BSI didirikan dari hasil merger bank syariah nasional tahun 2021 silam, manajemen mentargetkan bisa masuk dalam jajaran Top 10 bank syariah global berdasarkan market capitalization pada tahun 2025.
“Alhamdulillah ini sudah kita capai, lebih awal. Janji kita waktu itu menjadi Top 10 (bank syariah global berdasarkan market capitalization) itu di 2025. Tapi kita capai itu di 2024. Jadi setahun dari awal,” kata Hery saat kesempatan berbuka puasa bersama dengan para pimpinan media massa di Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Baginya, perubahan target dalam industri perbankan merupakan hal biasa, mengingat sangat dinamisnya industri ini. Untuk itulah BSI ke depan menapaki target yang lebih tinggi, yakni masuk jajaran 5 besar bank syariah global berdasarkan market cap.
Baca Juga
Sematkan Citra BRIS sebagai Bank Syariah Modern, Porsi Nasabah Millenial Capai 30%
“Sekarang di BSI kita enggak pasang 9 lagi, top 5 sekarang. Kita ingin menjadi top 5 global islamic bank berdasarkan market cap,” tegasnya.
Hery juga menyampaikan tekad BSI untuk memberikan akses solusi keuangan syariah di Tanah Air, setidaknya bisa melayani minimal 40 juta nasabah. Sekadar gambaran, per januari 2024 BSI telah melayani lebih dari 21 juta nasabah.
“Selama merger 4 tahun ini, pertambahan nasabah itu mungkin ada sekitar 5-6 juta. Kita ingin menjadi bank yang besar, memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham,” tuturnya.
Indikator dalam pemberian nilai terbaik bagi nasabah diukur dari tingkat Return on Equity (ROE) BSI yang saat ini hampir sebesar 18%. Target ROE pun sejatinya telah berhasil dicapai dalam waktu tiga tahun, yang seharusnya dipatok pada 2025 namun bisa diraih di tahun 2024, lagi-lagi setahun lebih awal.
Berikutnya, Hery menyampaikan bahwa tekad BSI untuk menjadi perusahaan pilihan bagi para talenta terbaik pun telah tercapai. Ia menceritakan begitu banyak putra-putri terbaik di Indonesia yang ingin bekerja di Bank Syariah Indonesia, baik lewat jalur official development program hingga lewat proses special hiring.
“Banyak yang hijrah dari Bank Konvensional masuk ke BSI. Ada lagi Group Head dari Digital Company dan juga dari Consultant Company yang well-known pindah ke BSI. Dari Bank Asing pindah ke BSI, dari Bank Swasta pindah ke BSI,” kata Hery.
Baca Juga
Masih dalam kesempatan yang sama, Hery menceritakan sejumlah pencapaian BSI di akhir tahun 2025, salah satunya aset perseroan yang telah berhasil menyentuh angka Rp400 triliun, sehingga menempatkannya dalam posisi lima besar bank terbesar di Tanah Air. “ Janji kita kepada nasabah, kepada pemegang saham, kita akan hit ke Rp500 triliun. (Walaupun) Nambah (aset) setiap tahun Rp100 triliun gak mudah,” ujarnya.
Berikutnya dari sisi PPOP atau pre-provision of operating profit, BSI pun telah menyentuh double digit, di atas Rp11 triliun. Dan dikatakan Hery, hanya 5 bank yang memiliki angka PPOP di atas Rp10 triliun, termasuk BSI.
Pencapaian lainnya yang diraih BSI adalah pembiayaan konsumer, dengan portofolio konsumer juga berada di posisi 5 besar.
Dan terakhir laba kita juga menempati angka di nomor 5. Alhamdulillah, kinerja BSI semakin solid dan selalu tumbuh double digit.
Masih menurut Hery, sejak merger bank syariah domestik yang melahirkan BSI di tahun 2021, pertumbuhan tiap kuartal selalu mencapai double digit, dan rata-rata di atas 15%. Sebut saja aset yang tumbuh lebih dari 15%, lalu DPK bertumbuh lebih dari 11%, pembiayaan pun bertumbuh di atas 15%, pun demikian dengan CASA yang bertumbuh 10% lebih. Sementara itu fee based income BSI kini mencapai pertumbuhan 32% lebih. “Yang menarik adalah laba, satu-satunya bank di Indonesia sekarang yang meraih profit double digit dan tumbuh di atas 20%,” tandasnya.
Namun demikian pertumbuhan tersebut teap disertai langkah prudential banking yang membuat kualitas aset BSI tetap terjaga, dengan rasio non-performing financing di bawah 2%. One of the best di market, kata Hery.
Saat ini BSI telah dilengkapi dengan infrastruktur digital yang lengkap. Ia memaparkan saat ini hampir 8 juta user telah registered untuk mobile banking, baik lewat BSI Mobile maupun Byond. Layanan QRIS telah tersebar di hampir 500 ribu merchant, dengan jumlah mesin EDC ditargetkan bisa mencapai 20 ribu dari posisi saat ini yang sebanyak 18 ribu dan tersebar di merchant-merchant di seluruh Indonesia. Sementara itu mesin ATM BSI telah mencapai 5.400 unit dengan BSI agen yang mencapai 114 ribu.

