Telkom (TLKM) Luncurkan 4 Pilar Transformasi, Saatnya Berburu Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) meluncurkan empat pilar transformasi utama yang akan dijalankan manajemen baru di bawah kepemimpinan CEO baru Dian Siswarini dan CFO Arthur Angelo Syailendra. Lalu, seberapa kuat dampak empat pilar transformasi tersebut terhadap pergerakan harga saham TLKM?
Jika dipantau laju pergerakan harga saham TLKM di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sebulan terakhir, terjadi penguatan harga hampir 9% dari Rp 2.590 menjadi Rp 2.820. Pemodal asing juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,01 triliun atau saham kedua yang diborong asing dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
Perkuat Layanan Cloud Berteknologi AI, Telkomsigma Berkolaborasi dengan Google Cloud
Analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy mengatakan, agenda transformasi strategis baru yang diluncurkan pada ajang TelkomGroup Investor Day menekankan empat pilar dengan tujuan memperkuat tata kelola korporasi, meningkatkan efisiensi operasional, menyederhanakan struktur bisnis, hingga menuju struktur holding strategis.
Pada tahap awal transformasi, dia mengatakan, TLKM menargetkan efisiensi hingga Rp 6 triliun per tahun melalui optimalisasi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex). Upaya ini dilakukan dengan penguatan tata kelola dan alokasi modal yang disiplin.
Sumber: Sucor Sekuritas/Diolah
Manajemen juga menyampaikan komitmen untuk mengalihkan de proyek dengan tingkat pengembalian tinggi, memanfaatkan struktur neraca yang sehat. Meski begitu, belum ada rincian pasti mengenai dampak efisiensi ini terhadap margin maupun pembagian dividen.
Langkah besar lainnya adalah agenda penyederhanaan bisnis melalui restrukturisasi, divestasi, dan penggabungan unit usaha. Telkom berencana memangkas jumlah anak usaha dari 55 menjadi sekitar 22 perusahaan dalam 2–3 tahun ke depan. Fokus utama adalah penguatan segmen bisnis B2C dan B2B, serta konsolidasi infrastruktur digital di bawah segmen B2B, sementara FMC akan tetap diperkuat di bawah Telkomsel.
Baca Juga
Kinerja Moncer, Pengamat Ungkap Dividen Jumbo dan Digitalisasi Jadi Daya Tarik Telkom (TLKM)
Pilar transformasi ketiga adalah monetisasi aset digital yang tersebar di pusat data, menara, kabel serat optik, hingga satelit. Saat ini, Telkom mengelola 177.443 km kabel fiber optik, 271.086 BTS, 43.472 menara, 53 data center, dan 3 satelit berkapasitas total 42,2 Gbps. Telkom menilai nilai pasar saat ini belum mencerminkan nilai sebenarnya dari aset strategis tersebut, yang berpotensi unlocking value hingga Rp 100–150 triliun.
Pilar terakhir transformasi Telkom adalah peralihan menjadi holding digital strategis guna mempercepat sinergi bisnis, membuka potensi pasar baru, dan menciptakan valuasi pasar yang lebih tinggi. Transformasi ini diharapkan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham melalui fundamental bisnis yang lebih kokoh dan modern.
“Meski implementasi akan berjalan bertahap, manajemen menilai harga saham TLKM saat ini masih belum mencerminkan keseluruhan nilai aset strategisnya. Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 3.000 per saham,” tulis riset tersebut.
Namun demikian, Paulus mengatakan, investor perlu untuk tetap berhati-hati terhadap proses implementasi dan eksekusinya, terutama mengingat tantangan internal yang perlu dihadapi manajemen baru dalam waktu dekat.
Sumber: Sucor Sekuritas/Diolah

