Saham Bank Melesat Kerek IHSG ke 8.000, Saatnya Berburu Saham Bank?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham bank papan atas cetak lompatan harga mengesankan pagi hari ini. Kenaikan tersebut mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) intraday sesi I, Senin (20/10/2025), kembali merangsek ke atas level 8.000.
Lompatan saham bank memicu kenaikan IHSG lebih dari 120 poin (1,54%) menjadi 8.037 hingga pukul 11.00 WIB. Sedangkan saham emas menjadi pemberat indeks hari ini dipicu atas koreksi harga komoditas emas dunia.
Baca Juga
Jelang Keluar dari PPK, Saham PIPA Disebut Bersiap Rebound Menuju Rp 625
Berdasarkan data BEI hingga pukul 11.00 WIB, saham BBNI telah melesat sebanyak 6,32% menjadi Rp 4.040 dengan rentang pergerakan Rp 3.860-4.080. BBRI melesat 5,43% menjadi Rp 3.690 dengan rentang pergerakan 3.540-3.710. Saham BMRI melambung sebanyak 5,68% menjadi Rp 4.280 dengan rentang pergerakan Rp 4.070-4.320.
Saham BBCA, emiten bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, cetak kenaikan 5,67% menjadi Rp 7.925. Rentang pergerakan 7.625-7.950. Saham bank lainnya dengan kenaikan mengesankan, yaitu BBTN melesat sebanyak 8,33% menjadi Rp 1.235 dengan rentang pergerakan Rp 1.155-1.240 dan BRIS dengan kenaikan 5,56% menjadi Rp 2.660 dalam rentang Rp 2.550-2.690.
Saham perbankan menjadi motor penggerak utama IHSG hari ini setelah berbulan-bulan menjadi penekan utama indeks. Apakah sudah saanya memburu saham bank papan atas?
Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan, kenaikan saham big banks hari ini didorong oleh kombinasi optimisme penurunan suku bunga BI dan sentimen rencana investasi Danantara untuk menambah likuiditas di pasar saham. Pemodal asing juga terpantau mulai akumulasi saham bank, seperti BBCA dengan torehan net buy akhir pekan lalu.
Baca Juga
Regulasi Kripto di Amerika Latin Kian Ketat, Pemerintah Dorong Transparansi dan Kepatuhan Pajak
“Kenaikan harga saham bank besar hari ini juga didukung valuasi big banks semakin menarik di mata investor setelah penurunan panjang, besar sekali potensi big banks akan diakumulasi agresif oleh investor, apalagi IMF sempat memprediksikan perekonomian Indonesia akan bertumbuh baik tahun ini,” ujarnya kepada Investortrust di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Reli saham perbankan pada intraday sesi I hari inni, terang dia, juga mencerminkan rotasi portofolio pemodal ke saham fundamental. Kenaikan ini juga merefleksikan mulai terjadinya window dressing.
Rekomendasi Netral
Sementara itu, riset BRI Danareksa Sekuritas pagi ini menyebutkan mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor perbankan, mengingat belum adanya katalis jangka pendek yang signifikan dan masih tingginya risiko penurunan kualitas aset. “Dalam jangka menengah BBCA dan BRIS disebut sebagai pilihan utama di tengah ketidakpastian pasar,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Pertahankan Profit Stabil hingga CASA Dominan, Saham BBCA Jadi Favorit Sektor Bank
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.900 dan saham BRIS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.900. Saham BMRI juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.000, BBNI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.800.
BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan hold saham BBTN dan BTPS dengan target harga masing-masing Rp 1.400 dan Rp 1.500.
Grafik Saham Bank

