Trading Halt 30 Menit, BEI Bakal Buka Kembali Perdagangan Saham Pukul 11.49 WIB
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (trading halt) saham mulai pukul 11.20 WIB waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5%. Trading halt pertama akan diterapkan selama 30 menit.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resminya mengatakan, trading hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
Baca Juga
BEI Tetapkan Trading Halt Perdagangan Saham Usai Anjlok 5,02% per Pukul 11.20 WIB
“Perdagangan akan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan,” tulis penguman resmi tersebut.
Berdasarkan data, IHSG intraday sesi I hingga pukul 11.20 WIB, Selasa (18/3/2025), telah anjlok sebanyak 325 poin (5,02%) menjadi 6.146. penurunan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya saham emiten Prajogo Pangestu.
Trading halt adalah kebijakan penghentian sementara perdagangan saham di bursa efek. Trading halt bertujuan untuk mencegah kerugian investor. Penyebab trading halt fluktuasi harga yang ekstrem.
Baca Juga
Kejatuhan indeks hari ini berbanding terbalik dengan bursa saham dunia yang justru melesat. Sedangkan pemicu utama kejatuhan indeks datang dari penurunan signifikan hingga auto reject bawah (ARB) saham emiten Prajogo Pangestu.
Di antaranya saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ARB sebanyak 19,92% menjadi Rp 5.325, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) jatuh 15,46% menjadi Rp 4.840, PT Petrindo Kreasi Jaya Tbk (CUAN) anjlok 17,82% menjadi Rp 5.650.
Kejatuhan dalam juga melanda saham emiten Prajogo lainnya, seperti saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah sebanyak 18,06% menjadi Rp 635 dan PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 16,85% menjadi Rp 2.270.
Baca Juga
Harga Emas Antam Kembali Cetak Rekor Jelang Pertemuan The Fed
Kejatuhan indeks juga dipicu atas penurunan dalam saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Saham DCII kembali jatuh hingga ARB untuk hari ketiga secara beruntun. Hari ini, saham DCII melemah 20% menjadi Rp 115.800. Pelemahan juga diperparah penurunan empat saham bank papan atas, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Emiten market cap besar lainnya yang jatuh adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok 5,25% menjadi Rp 40.175, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melemah 19% menjadi Rp 8.200, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) anjlok 5,12% menjadi Rp 6.025.

