BEI Tetapkan Trading Halt Perdagangan Saham Usai Anjlok 5,02% per Pukul 11.20 WIB
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan Trading halt, yaitu kebijakan penghentian sementara perdagangan saham di bursa efek pada pukul 11.20 WIB. Hal ini dilakukan setelah Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok sebanyak 5,02%.
IHSG intraday sesi I hingga pukul 11.20 WIB, Selasa (18/3/2025), telah anjlok sebanyak 325 poin (5,02%) menjadi 6.146. penurunan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya saham emiten Prajogo Pangestu.
Baca Juga
Kejatuhan indeks hari ini berbanding terbalik dengan bursa saham dunia yang justru melesat. Sedangkan pemicu utama kejatuhan indeks datang dari penurunan signifikan hingga auto reject bawah (ARB) saham emiten Prajogo Pangestu.
Di antaranya saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ARB sebanyak 19,92% menjadi Rp 5.325, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) jatuh 15,46% menjadi Rp 4.840, PT Petrindo Kreasi Jaya Tbk (CUAN) anjlok 17,82% menjadi Rp 5.650.
Kejatuhan dalam juga melanda saham emiten Prajogo lainnya, seperti saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah sebanyak 18,06% menjadi Rp 635 dan PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 16,85% menjadi Rp 2.270.
Baca Juga
Harga Emas Antam Kembali Cetak Rekor Jelang Pertemuan The Fed
Kejatuhan indeks juga dipicu atas penurunan dalam saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Saham DCII kembali jatuh hingga ARB untuk hari ketiga secara beruntun. Hari ini, saham DCII melemah 20% menjadi Rp 115.800.
Emiten market cap besar lainnya yang jatuh adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok 5,25% menjadi Rp 40.175, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melemah 19% menjadi Rp 8.200, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) anjlok 5,12% menjadi Rp 6.025.

