Giliran Goldman Sachs Downgrade Prospek Saham Indonesia, IHSG Lanjut Anjlok hingga Trading Halt Mengintai
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026), terjun sebanyak 558 poin (6,75%) menjadi 7.761 hanya dalam 10 menit perdagangan. Penurunan tajam dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham. Apakah perdagangan saham bakal kembali terkena trading halt?
Penurunan dalam tersebut masih bagian rembetan keputusan MSCI Global menangguhkan perhitungan MSCI Indonesia, bahkan terbuka peluang penurunan kelas bursa saham Indonesia menjadi frontier market.
Baca Juga
Penurunan indeks dalam tersebut juga dipicu keputusan Goldman Sachs yang memangkas prospek saham Indonesia menjadi underweight setelah MSCI memutuskan pembekuan sementara perhitungan indeks MSCI Indonesia akibat kurang transparannya free float saham di BEI.
Kejatuhan tersebut dipicu atas penurunan dahsyat seluruh sektor saham, seperti sektor energi jatuh 8,82%, sektor konsumer primer terjun 7%, material dasar turun 7%, bahkan saham sektor infrastruktur anjlok 9,17%.
Baca Juga
Emas Tembus US$ 5.500, Bursa Asia Bergerak Bervariasi Pasca-Keputusan The Fed
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320, bahkan sempat terkena trading halt selama 30 menit akibat turun lebih dari 8% di sesi II. Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 6,17 triliun, terbesar disumbangkan BBCA Rp 4,1 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penekan utama datang dari saham-saham big cap, seperti saham BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti BBCA, DSSA, MORA, PANI, hingga RATU. Kejatuahan tersebut dipicu atas pengumuman MSCI yang menangguhkan perhitungan saham Indonesia dalam indeks.
Sebaliknya sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saahm WAPO naik 34,04% menjadi Rp 252, STAR naik 24,80% menjadi Rp 780, dan BOGA naik 24,74% menjadi Rp 1.790. Kenaikan pesat juga melanda saham BALI sebanyak 23,84% menjadi Rp 1.740 dan AGAR naik 12,10% menjadi Rp 278.

