Sejumlah Sekuritas Ini Ungkap Prospek Saham Adaro Andalan (AADI) Naik Jelang Pemangkasan Royalti Batu Bara
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) diproyeksikan menjadi emiten pertambangan batu bara yang paling diuntungkan terkait rencana pemerintah untuk merevisi tarif royalty batu bara.
Bedasarkan data, pemerintah akan menurunkan tarif royalty emiten batu bara pemegang IUPK dari semula 28% menjadi 19%. Penurunan tarif tersebut berpotensi memicu laba bersih AADI tahun ini bisa lebih tinggi dari perkiraan semula.
Analis Verdhana Sekuritas Edward Prima dan Michael Wildon Ng mengatakan, pemerintah sebelumnya berniat memangkas royalty ekspor batu bara pemegang IUPK dari semulai 28% menjadi 19% dengan asumsi HBA sekitar US$ 128 per ton.
Baca Juga
“Kami meyakini bahwa kebijakan ini akan membawa dampak signifikan bagi sejumlah emiten batu bara pemegang IUPK, seperti Adaro Andalan, PT Indika Energy Tbk (INDY),” terangnya dalam riset tersebut.
Verdhana Sekuritas memperkirakan penurunan royalty tersebut bisa membuat pertumbuhan laba bersih Indika (INDY) melesat sebanyak 364% tahun ini dan sebanyak 28% terhadap AADI tahun ini.
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, AADI layak menjadi saham pilihan teratas untuk sektor batu bara didukung potensi imbal hasil dividen besar. Diproyeksikan dividend yield perusahaan batu bara yang dikendalikan Boy Thohir ini bisa mencapai 10,7%.
Pandangan senada juga diungkapkan analis Sucor Sekuritas Arief Putra. Menurut dia, AADI akan menjadi emiten yang paling diuntungkan atas rencana penurunan royealti batu bara dari 28% menjadi sekitar 19%.
Baca Juga
Laba Adaro Andalan (AADI) 2024 Naik Jadi Rp 19,56 Triliun, Berikut Penopangnya
Sinarma Sekuritas juga menyebutkan bahwa harga saham Adaro Andalan (AADI) berpotensi terkerek didukung dua isu utama, yaitu peluang masuk dalam MSCI Indonesia Index tahun ini dan pemangkasan tarif royalty batu bara.
Analis Sinarmas Sekuritas Kenny Shan mengatakan,saham AADI sangat mungkin masih dalam perhitungan MSCI Index tahun ini didukung kapitalisasi pasar (market cap) besar mencapai Rp 59,78 triliun dan didukung free float besar.
Didukung dua isu tersebut, Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beli saham AADI dengan target harga Rp 15.000. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 10 kali. Target harga tersebut juga memperitmbangkan keberhasilan perseroan mempertahankan keuntungan dan dividen.

