Tak Main-main! Sekuritas Ini Ungkap Potensi Cuan Saham Adaro Andalan (AADI) 372%, Berikut Perhitungannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berhasil mempertahankan kinerja tangguh sepanjang 2024 di tengah penurunan harga jual batu bara global. Ketangguhan tersebut didukung peningkatan volume penjualan bersamaan dengan penurunan biaya penambangan atau cash cost.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham AADI dengan target harga Rp 30.100. Dengan harga penutupan saham AADI level Rp 6.375 kemarin, terbuka potensi penguatan 372% atas saham emiten yang dikendalikan Garibaldi Thohir atau Boy Thohir ini.
Baca Juga
Laba Adaro Andalan (AADI) 2024 Naik Jadi Rp 19,56 Triliun, Berikut Penopangnya
Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari mengatakan, AADI satu dari beberapa saham emiten pertambangan batu bara dengan potensi cuan menggiurkan. Hal ini didukung atas sejumlah faktor, pertama keberhasilan perseoran mempertahankan volume produksi untuk menopang pertumbuhan kinerja keuangan.
“Kami meyakini bahwa perseroan mampu untuk mencetak peningkatan volume penjualan. Kenaikan volume di tengah harga jual batu bara relative turun, AADI diharapkan mampu untuk menjaga laba bersih tidak tergerus,” tulisnya dalam riset yang diterbitkannnya.
Selain itu, dia mengatakan, AADI berpotensi menekan cash cost pertambangan menjadi sektiar US$ 53,6 per ton sejalan dengan penurunan biaya royalty dan harga bahan bakar. Hal ini membuat laba bersih tetap bisa terjaga saat harga batu bara dunia turun.
Kedua, terang dia, AADI merupakan emiten batu bara dengan kemampun paling tinggi untuk mendatangkan tambahan kas internal besar. Diperkirakan cash flow perseroan akan bertambah senilai US$ 553 juta tahun ini atau mengalami kenaikan sekitar 36% dari perolehan tahun 2024. Peningkatan ini didukung atas normalisasi belanja modal.
Baca Juga
Begini Prospek Saham Adaro Andalan (AADI) di Tengah Peluang Masuk MSCI Index dan Pemangkasan Royalti
Ketiga, terang dia, AADI berpotensi menghasilkan dividen yield tinggi dengan perkiraan mencapai 13% tahun ini asumsi rasio dividen 35% dari keuntungan tahun lalu. Dividen jumbo tanpa mengorbankan pertumbuhan anorganic optimistis terwujud didukung kas bersih AADI yang melimpah mencapai US$ 1,5 miliar.
Terkait kinerja keuangan dan oeprasional AADI tahun 2204, Yoga mengatakan, realisasi kinerja keuangan sudah sesuai ekspektasi. Begitu juga dengan kinerja operasional sesuai harapan dengan pertumbuhan volume penjualan batu bara mencapai 7% menjadi 68,1 juta ton tahun lalu.
Estimasi Kinerja Keuangan AADI
Sumber: Sucor Sekuritas
Adaro Andalan (AADI) torehkan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitask induk menjadi US$ 1,21 miliar atau setara dengan Rp 19,56 triliun berdasarkan kurs jisdor per 31 Desember 2024. Angka tersebut naik sebanyak 5,85% dari catatan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,14 miliar.
“Kami senang karena dapat melaporkan satu lagi tahun dengan kinerja yang memuaskan, dengan pencapaian yang lebih tinggi dalam volume pengupasan lapisan penutup, produksi, maupun penjualan,” ungkap Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Andalan Indonesia Julius Aslan, Selasa (4/3/2025) malam.
Kenaikan laba bersih anak usaha PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ini terjadi di tengah penurunan pendapatan sekitar 10% (yoy) menjadi menjadi US$ 5,31 miliar akibat pelemahan harga batu bara. Pasalnya, Adaro Andalan (AADI) sebenarnya mencetak rekor produksi dan penjualan yang masing-masing naik 8% dan 7% atau sebesar 65,82 juta ton dan 68,06 juta ton. Jumlah ini melampaui target yang berkisar 61-62 juta ton.

