Emiten Prajogo (CUAN) Borong 71,41 Juta Saham Petrosea (PTRO) dalam Dua Pekan, Nilainya Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada (KJP) kembali menambah kepemilikan saham di PT Petrosea Tbk (PTRO). Sebanyak 6,1 juta saham diakumulasi dari pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 20 miliar.
Dengan pembelian tersebut, Kreasi Jasa Persada telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 250 miliar untuk memborong sebanyak 71,41 juta unit (0,76%) saham PTRO dalam dua pekan terakhir.
Baca Juga
Petrindo (CUAN) Gelontorkan Rp 160,49 Miliar demi Borong Puluhan Juta Saham Petrosea (PTRO)
Pembelian terakhir dilakukan pada 10 Maret dengan memborong 6,05 juta saham PTRO harga Rp 3.301 dan sebanyak 42.476 saham PTRO dengan harga pelaksanaan Rp 4.284, sehingga total saham yang dibeli setara dengan 6,10 juta PTRO. Aksi ini menjadikan total saham PTRO yang dikuasai CUAN bertambah menjadi 42,47% saham.
Sebelumnya, emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu tersebut telah membrong sebanyak 48,54 juta saham PTRO (0,481%) dengan harga pelaksanaan Rp 3.306,84 per saham dari pasar atau bernilai Rp 160,49 miliar pada 7 Maret 2025.
CUAN juga sebelumnya erusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini juga telah membeli sebanyak 16,77juta saham PTRO (0,166%) dengan harga pelaksanaan Rp 2.882,25 atau mencapai Rp 50,09 miliar pada 4 Maret dan sebanyak 22,94 juta (0,227%) dengan harga Rp 3.058,18 atau setara dengan Rp 70,17 miliar pada 5 Maret.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Bersiap Menuju Lompatan Laba Ditopang Sejumlah Faktor Ini
Sebelumnya, Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari memperkirakan, tingkat pertumbuhan laba bersih Petrosea (PTRO) akan lebih pesat mulai tahun ini, seiring dengan torehan jumbo kontrak baru. Rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) diprediksi mencapai 140% hingga 2027.
Proyeksi pesat pertumbuhan laba tersebut tak hanya didukung raihan kontrak baru bernilai jumbo dalam setahun terakhir, PTRO akan mendapatkan dukungan dari induk usahanya. “Kami memperkirakan penambahan pesat kontrak baru penambangan perseroan masih terbuka, karena Barito Group masih memegang sejumlah aset-aset pertambangan yang beli ditambang. Tambang-tambang tersebut bisa saja dialokasikan ke PTRO untuk dikembangkan untuk unlocking value,” tulisnya dalam riset tersebut.

