Petrindo (CUAN) Gelontorkan Rp 160,49 Miliar demi Borong Puluhan Juta Saham Petrosea (PTRO)
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada (KJP) kembali mempertebal kepemilikan saham di PT Petrosea Tbk (PTRO). Sebanyak 48,54 juta saham diborong dari pasar bernilai Rp 160,49 miliar pada 7 Maret 2025.
Manajemen PTRO menyebutkan bahwa PT Kreasi Jasa Persada, anak usaha CUAN, telah membeli sebanyak 48,54 juta saham PTRO (0,481%) dengan harga pelaksanaan Rp 3.306,84 per saham dari pasar pada 7 Maret 2025.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Bersiap Menuju Lompatan Laba Ditopang Sejumlah Faktor Ini
Pembelian tersebut menjadikan total saham PTRO yang dikendalikan Kreasi Jasa Persada bertambah dari 41,913% menjadi 43,339% saham. “Pembelian tersebut bertujuan sebagai investasi dengan status kepemilikan langsung,” tulisnya dalam keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/3/2025).
Sebelumnya, perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini juga telah membeli sebanyak 16,77juta saham PTRO (0,166%) dengan harga pelaksanaan Rp 2.882,25 atau mencapai Rp 50,09 miliar pada 4 Maret dan sebanyak 22,94 juta (0,227%) dengan harga Rp 3.058,18 atau setara dengan Rp 70,17 miliar pada 5 Maret.
“Pembelian ini sejalan dengan rencana pengembangan usaha perseroan yang secara umum bertujuan untuk menambah aset, sehingga dapat memberikan nilai tambah kepada pemangku kepentingan perseroan,” tulis manajemen CUAN.
Sebelumnya, Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari memperkirakan, tingkat pertumbuhan laba bersih Petrosea (PTRO) akan lebih pesat mulai tahun ini, seiring dengan torehan jumbo kontrak baru. Rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) diprediksi mencapai 140% hingga 2027.
Baca Juga
Petrindo Jaya (CUAN) Umumkan Lompatan Laba 929,32% di 2024, Sahamnya Langsung Meroket
Proyeksi pesat pertumbuhan laba tersebut tak hanya didukung raihan kontrak baru bernilai jumbo dalam setahun terakhir, PTRO akan mendapatkan dukungan dari induk usahanya. “Kami memperkirakan penambahan pesat kontrak baru penambangan perseroan masih terbuka, karena Barito Group masih memegang sejumlah aset-aset pertambangan yang beli ditambang. Tambang-tambang tersebut bisa saja dialokasikan ke PTRO untuk dikembangkan untuk unlocking value,” tulisnya dalam riset tersebut.
Sucor Sekuritas memperkirakan volume overburdens kontraktor batu bara perseroan bakal mencaapi 218 juta bcm tahun 2027 atau merefleksikan rata-rata pertumbuhan tahunan dalam tiga tahun sebanyak 25%. Hal ini diharapkan berdampak terhadap pencapain laba bersih perseroan menjadi US$ 134 juta tahun 2027.
Selain hal tersebut, Sucor menyebutkan, PTRO didukung dengan rasio keuangan yang sehat tercermin dari rasio utang terhadap ekuiti baru mencapai 1,6 kali tahun 2024. “Dengan ekspektasi laba tumbuh signifikan dalam tiga tahun ke depan, rasio utang kemungkinan meningkat dalam waktu dekat dan diprediksi mulai turun tahun depan,” terangnya.

