Bagikan

Empat Hari Beruntun, Kurs Rupiah Dibuka Menguat

JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah dibuka menguat dalam perdagangan valas di pasar spot, Kamis (06/03/2025). Penguatan mata uang Garuda terhadap greenback ini sudah empat hari beruntun, setelah sebelumnya anjlok di level terendah sejak 2 April 2020, berdasarkan kurs Jisdor BI.


Data Yahoo Finance mencatat, mata uang rupiah kembali bergerak menguat 30 poin (0,18%) ke level Rp 16.279 per dolar Amerika Serikat. Hari sebelumnya, rupiah juga ditutup menguat di posisi Rp 16.309 per dolar AS.


"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak lepas dari sentimen terkait kebijakan tarif dagang yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Pasar kini memiliki optimisme bahwa pemerintahan Trump akan menawarkan konsesi tarif tambahan," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (06/03/2025). 

Baca Juga

SWF Juga Dana untuk Pembangunan Pangan, Tak Sekadar Bangun Infrastruktur



Pada hari Rabu, Trump mengumumkan pengecualian satu bulan pada pengenaan tarif otomotif 25% untuk Meksiko dan Kanada. Andry menambahkan, investor memandang langkah tersebut sebagai tanda bahwa pemerintahan dapat menegosiasikan pengecualian tarif lebih lanjut, yang mendorong pemulihan pasar secara luas.


Nilai tukar rupiah pada 28 Februari 2025 sempat anjlok ke titik terendah terhadap dolar AS sejak 2 April 2020, berdasarkan kurs Jisdor BI. Namun, kini, empat hari beruntun rupiah rebound hingga Kamis (06/03/2025) pagi. Infografis: Diolah Riset Investortrust. 


Data Ekonomi Sinyal Beragam
Sementara itu, data ekonomi di negara adidaya itu menunjukkan sinyal yang beragam. "Laporan yang optimistis tentang sektor jasa memberikan dukungan, sementara pertumbuhan gaji swasta yang lebih lemah dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran tentang perlambatan momentum ekonomi AS," katanya.


Kemudian laporan data ekonomi Automatic Data Processing (ADP) AS mengungkapkan bahwa sektor swasta hanya menambah 77.000 pekerjaan pada Februari, peningkatan terkecil dalam tujuh bulan. Sedangkan Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa ISM secara tidak terduga mengisyaratkan pertumbuhan yang lebih kuat di sektor jasa, yang memberikan sedikit kepastian tentang ketahanan ekonomi.


Sementara itu berdasarkan data Yahoo Finance, kurs rupiah juga menguat terhadap yen Jepang. Rupiah menguat 0,30 poin (0,27%) ke level Rp 109,27 pagi ini. Namun, kurs rupiah tergelincir tipis terhadap mata uang euro, melemah 7 poin (0,03%) ke level Rp 17.599.


Net Sell SBN dan Saham

Sementara itu, dana asing keluar dari pasar saham dengan mencatatkan transaksi net sell Rp 0,08 triliun pada Rabu (05/03/2025). Namun, asing masih mengakumulasi pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia month to date Rp 0,38 riliun hingga kemarin.

“Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net sell Rp 21,52 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta, Rabu sore.

Sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Selasa (04/03/2025), dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan penjualan neto Rp 2,26 triliun. Secara month to date, asing mencatatkan penjualan bersih Rp 4,07 triliun hingga Selasa. Namun, secara year to date, masih mencatatkan pembelian neto Rp 9,44 triliun hingga Selasa.
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024