Tumbuh 19%, SMBC Indonesia Cetak Laba Rp 2,8 Triliun di 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mencatatkan kinerja positif hingga penghujung 2024, hal ini tercermin dari perolehan laba bersih setelah pajaknya yang tumbuh 19% secara year on year (yoy) menjadi Rp 2,8 triliun sepanjang tahun lalu.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengungkapkan, di luar dampak akuisisi Grup OTO laba bersih entitas bank dan BTPN Syariah setelah pajak meningkat 8%. Seperti diketahui, pada Maret 2024 SMBC Indonesia telah menyelesaikan akuisisi PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF) atau Grup OTO, sebagai upaya untuk melakukan ekspansi usaha.
Naiknya laba, lanjut dia, salah satunya ditopang oleh penyaluran kredit secara konsolidasi yang meningkat 15% (yoy) menjadi Rp 179,4 triliun. Faktor pendorong terbesar berasal dari kredit ritel yang tumbuh 31%, berkat penyaluran di segmen joint finance, Jenius, dan mikro, yang masing-masing naik 389%, 51%, dan 40%.
“Sehingga mengkompensasi penurunan pembiayaan di BTPN Syariah yang memfokuskan pada kualitas pembiayaan pada tahun 2024,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (3/3/2025).
Baca Juga
Dorong Pertumbuhan Bisnis, SMBC Indonesia Transformasi Kantor Cabang
Selain itu, kredit untuk usaha kecil dan menengah (UKM) naik 8%, sedangkan di sisi kredit korporasi, dinamika suku bunga dan persaingan suku bunga kredit korporasi yang ketat merupakan tantangan yang dihadapi di 2024, yang berdampak pada turunnya kredit korporasi sebesar 6%.
“SMBC Indonesia akan merespon dinamika pasar tersebut dengan pengelolaan portofolio kredit korporasi yang lebih optimal dan relevan dengan kebutuhan nasabah korporasi,” kata Henoch.
Peningkatan laba bersih konsolidasi, didorong pula oleh pendapatan operasional yang meningkat 27% menjadi Rp 17,4 triliun, yang dikontribusikan oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 26% menjadi Rp 15,2 triliun serta pendapatan lainnya yang naik 31% menjadi Rp 2,2 triliun.
“Pendapatan bunga bersih secara konsolidasi meningkat, sejalan dengan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) yang naik ke level 7,10% per Desember 2024, dari 6,45% pada Desember 2023. Kontributor utama dari peningkatan pendapatan bunga bersih meliputi kenaikan pendapatan bunga dari kredit, penempatan aset likuid seperti surat berharga, dan pendapatan bunga bersih dari Grup OTO,” ucap Henoch.
Baca Juga
Sucor AM Gandeng Bank SMBC Indonesia untuk Distribusi Empat Reksa Dana
Dari sisi pendapatan fee, dikatakan dia, peningkatan volume transaksi kartu kredit, peningkatan penjualan produk bancassurance, cash management, dan trade memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan fee perseroan.
Rasio cakupan likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) dan rasio pendanaan stabil bersih atau net stable funding ratio (NFSR) tetap sehat di level 253,71% dan 125,02% per Desember 2024. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di 30,02%.
“Rasio gross NPL (non performing loan) secara konsolidasi berada di level 2,5%per Desember 2024, naik dari 1,36% pada tahun sebelumnya. Bersama Gru OTO, SMBC Indonesia akan senantiasa menerapkan manajemen risiko yang sehat,” kata Henoch
Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) SMBC Indonesia meningkat 12% (yoy) menjadi Rp 121,3 triliun, dengan dana murah atau current account and saving account (CASA) tumbuh 3% menjadi Rp 45,6 triliun, dan total deposito naik 18% menjadi Rp 75,7% per Desember 2024.

