Laba Bersih SMBC Indonesia Terkoreksi 26% Jadi Rp 1,47 Triliun di Kuartal III 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Hingga kuartal ketiga 2025, PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) menghadapi masa yang menantang. Buktinya, laba bersih konsolidasian setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menurun 26%, dari Rp 1,99 triliun di kuartal III 2025 menjadi Rp 1,47 triliun.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengungkapkan, penurunan tersebut salah satunya disebabkan oleh biaya kredit yang meningkat 45% secara year on year (yoy) menjadi Rp 4 triliun.
“Akibat pembentukan cadangan di segmen joint finance, korporasi, dan komersial, serta pengakuan biaya kredit Grup OTO,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (29/10/2025).
Di sisi bersamaan, beban operasional juga meningkat 12% (yoy) menjadi Rp 7,5 triliun di kuartal III 2025. “Mencerminkan ekspansi bisnis secara keseluruhan serta konsolidasi Grup OTO,” sambung Henoch.
Meski begitu, pendapatan operasional SMBC Indonesia meningkat 11% (yoy) menjadi Rp 13,8 triliun. Dibarengi pendapatan bunga bersih yang naik 9% (yoy). Margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) tumbuh menjadi 7,1% pada September 2025, meningkat dibanding periode yang sama 2024 sebesar 6,8%.
Baca Juga
Didorong Hal Ini, Kredit SMBC Indonesia (BTPN) Naik 5% Jadi Rp 185,04 Triliun per Juni 2025
“SMBC Indonesia tetap fokus mempertahankan NIM yang sehat di tengah suku bunga kredit yang kompetitif, kenaikan biaya pendanaan, dan volatilitas pasar yang terus berjalan,” kata Henoch.
Hingga kuartal III 2025, SMBC sukses menyalurkan kredit sebesar Rp 186,2 triliun, naik 6% (yoy). Jika dirinci, kredit di segmen ritel mengalami pertumbuhan, seperti joint finance (34% yoy), Jenius di luar Digital Mikro (8% yoy), dan mikro (7% yoy).
“Di segmen lain, kredit korporasi dan komersial meningkat 10% (yoy), sementara piutang pembiayaan Grup OTO naik 11% (yoy),” ucap Henoch.
Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) berada di level 2,8% per September 2025, lebih tinggi dibanding 2,2% pada periode yang sama 2024.
Dari sisi penghimpunan dana, SMBC Indonesia mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 120,3 triliun di kuartal III 2025, naik 6% (yoy). Jika di breakdown, dana murah atau current account and saving account (CASA) naik 33% (yoy) menjadi Rp 50,6 triliun, sementara deposito menurun 7% (yoy) menjadi Rp 69,7 triliun.
“Mencerminkan pengelolaan pendanaan yang seimbang dan tangguh,” kata Henoch.

