Nasib FREN-W2 di Tengah Merger XL (EXCL) dengan Smarfren (FREN), Rugikan Investor?
JAKARTA, investortrust.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) telah memulai proses penggabungan usaha maupun merger. Namun menjadi pertanyaan sejumlah investor adalah bagaimana dengan investor yang menggenggam FREN-W2.
Berdasarkan data, merger FREN dan EXCL bernilai Rp 104 triliun ini akan melahirkan entitas baru bernama XL Smart (EXCL). Entitas baru ini nantinya dikendalikan Sinarmas dan Axiata Group dengan kepemilikan masing-masing sebanyak 34,8%.
Namun demikian merger bernilai Rp 104 triliun masih menimbulkan pertanyaan bagi sejumlah investor terkait penukaran waran seri III FREN atau FREN-W2. Sebab, waran yang awalnya jatuh tempo pada April 2026 dipercepat menjadi April 2025. Percepatan ini mendapatkan reaksi dari sejumlah pemegang waran, karena harga tebus FREN-2
Baca Juga
Begini Target Harga Saham XL Axiata (EXCL) jelang Penuntasan Merger dengan Smarfren (FREN)
Sebagian pemegang waran FREN-W2 menyatakan tidak terima atas percepatan jatuh tempo, karena harga tebus FREN-W jauh di atas harga saham FREN. Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (31/1/2025), saham FREN berada di level Rp 24 per saham atau jauh di bawah harga tebus atau tukar Rp 100 per saham.
Analis Panin Sekuritas Aqil Triyadi menilai bahwa seharusnya masalah ini tak menjadi polemik. Sebab, pemegang waran telah mengetahui risiko produk ini, aksi korporasi yang akan terjadi, hingga ketentuan di prospektus.
Selain itu, terang dia, pada dasarnya waran diberikan untuk menarik investor dalam IPO maupun rights issue. Artinya waran diberikan secara cuma-cuma atau tidak dibeli dengan tujuan untuk menarik investor supaya ikut dalam proses Penawaran Umum Terbatas IV FREN pada 2021.
"Jadi karena ini diberikan cuma cuma, seharusnya para pemegang waran menukar menjadi saham atau menjualnya ketika untung. Karena waran berbeda dengan saham, produk ini memiliki masa expired, dan ketika sudah expired akan hangus begitu saja," ujarnya.
Baca Juga
Menurut dia, banyak kesempatan untung dalam menjual waran FREN-W2. Apalagi harga waran ini sudah naik berkali-kali. Bila dilaksanakan pun, ada beberapa momentum bisa untung karena harga saham induk FREN telah berkali-kali melewati harga Rp 100, atau harga pelaksanaan. "Berbeda dengan investor yang membeli waran dari pasar sekunder dan pada harga relatif tinggi, makan yang timbul adalah spekulasi," ujarnya.
Pandangan hampir senada diungkapkan Daniel Widjaja dari Mirae Asset Sekuritas. Menurut dia, persoalan waran ini bukan sebagai kendala dalam proses merger, karena sudah sesuai aturan waran tersebut diberikan secara Cuma-cuma.
"Pemegang waran pertama mendapatkan itu secara cuma-cuma dan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan exercise dan mendapatkan keuntungan," ujarnya.
Baca Juga
Merger XL-Smartfren Diungkap, Begini Dampaknya bagi Saham EXCL
Sedangkan investor yang membeli FREN-W2 dari pasar sekunder, terang dia, tentu sudah mengetahui risiko sebelum membelinya. "Jadi di sini terlihat ada upaya spekulasi yang cukup tinggi dilakukan. Karena naik 1 tick saja, investor sudah meraup keuntungan besar dari waran tersebut. Namun, dibalik high risk ada high return," ujarnya.
Berdasarkan data hingga hari ini, FREN masih menyisakan sebanyak 71,54 miliar FREN-W dari total awal sebanyak 91,88 miliar. Dengan demikian sebanyak 20,34 miliar FREN-W telah ditebus menjadi saham bernilai Rp 2,03 triliun.

