OJK Ungkap Sedang Telaah Dokumen Merger EXCL dan FREN
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima dokumen Pernyataan Penggabungan (merger) antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Dikatakan, saat ini dokumen tersebut sedang dalam proses penelahaan.
“Bersamaan dengan keterbukaan informasi terkait rancangan merger yang telah diumumkan, OJK telah menerima dokumen Pernyataan Penggabungan dan saat ini dalam proses penelaahan,” ujar Inarno dalam jawaban tertulisnya, yang dikutip Senin (16/12/2024).
Inarmo menjelaskan bahwa dalam proses merger ini, OJK juga akan mempertimbangkan pemenuhan ketentuan perundang-undangan terkait, yang salah satunya memerlukan persetujuan dari regulator industri telekomunikasi atau Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Baca Juga
Merger EXCL dan FREN, Axiata Ungkap Alasan Tak Jadi Pengendali Utama XLSmart
Terkait rencana merger sendiri, OJK menegaskan bahwa hal ini menjadi keputusan bisnis yang diambil oleh kedua emiten. Sehingga, OJK tidak mempunyai kewenangan untuk mendorong atau melarang merger tersebut sepanjang rencana merger sesuai dengan seluruh ketentuan perundang-undangan yang terkait. “Salah satunya ketentuan di bidang telekomunikasi,” lanjut Inarno.
Sebagai catatan, PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mengumumkan kesepakatan definitif untuk merger dengan nilai gabungan enterprise value pra–sinergi mencapai lebih dari Rp 104 triliun atau US$ 6,5 miliar. Selanjutnya, EXCL akan menjadi surviving entity dengan nama perusahaan baru menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.
Rasio pertukaran penggabungan usaha yang telah disepakati adalah 1 saham FREN untuk 0,011 saham perusahaan gabungan (EXCL). Dengan kata lain, dibutuhkan 91 saham FREN untuk mendapatkan 1 saham EXCL.
Kedepannya, manajemen EXCL menjelaskan bahwa merger ini akan berdampak positif dan berpotensi memberikan estimasi sinergi sebelum pajak tahunan sebesar US$ 300–400 juta, setara dengan 21–30% EBITDA gabungan secara pro–forma per 3Q24 TTM.
Sinergi ini utamanya akan datang dari optimisasi area jaringan yang overlapping sebanyak 14.000–20.000 sites (20–30% dari total sites) serta optimisasi saluran penjualan, baik dari sisi aktivasi pemasaran maupun digital channel.

