Merger XL-Smartfren Diungkap, Begini Dampaknya bagi Saham EXCL
JAKARTA, investortrust.id – Merger PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), serta PT Smart Telcom (SmartTel) berpotensi mengciptakan pertumbuhan kinerja keuangan dan profitabilitas lebih kuat ke depan. Sebab, merger bakal memperkuat posisi perseroan di industry telekomunikasi Indonesia.
XL Axiata, Smartfren, dan Smarttel sebelumnya mengumumkan detil merger dengan target penyelesaian semester I-2025. Merger bernilai US$ 6,5 miliar akan menjadikan XL Axiata sebagai survival entitas dan berganti nama menjadi XLSmart. Sedangkan Axiata dan Sinarmas akan bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan masing-masing 34,8% pada entitas baru tersebut.
Baca Juga
Merger EXCL dan FREN, Axiata Ungkap Alasan Tak Jadi Pengendali Utama XLSmart
“Kami meyakini bahwa merger ini akan menghasilkan performa keuangan lebih baik dan pertumbuhan profitabilitas lebih kuat bagi XLSmart dalam jangka panjang. Karena merger tersebut memperkuat posisi XL di pasar,” tulis analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Terkait pengendali, dia mengatakan, Sinamar akan mengakuisisi sebanyak 13,1% saham XLSmart dari Axiata dengan nilai US$ 475 juta atau setara dengan Rp 3.150 per saham. Harga akuisisi tersebut premium 40% dari harga EXCL saat ini.
Baca Juga
Merger, Potensi Pendapatan XLSmart (EXCL) Capai Rp 45,4 Triliun
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 3.500. Target tersebut mengindikasikan potensi pertumbuhan kinerja keuangan ke depan setelah menuntaskan merger.
Estimasi Kinerja Keuangan EXCL
Sumber: Sucor Sekuritas
Sebelumnya, XL dan Smartfren telah mengumumkan skenario merger yang akan bersatu menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. Entitas baru ini diproyeksi bisa menorehkan pendapatan Rp 45,4 triliun atau US$ 1,4 miliar (kurs Rp 16.000 per dolar).
Nilai tersebut merupakan gambaran gabungan pendapatan XL Axiata dan Smartfren periode kuartal III-2024, dari masing-masing sebesar Rp 33,8 triliun dan Rp 11,6 triliun sebelum merger. Gabungan dua perusahaan juga dihitung akan mengelola 94,51 juta pelanggan seluler dengan pangsa pasar diproyeksi sebesar 27%.
Baca Juga
Ditargetkan Tuntas Semester I-2025, Merger XL, Smartfren, dan SmartTel Bernilai Rp 104 Triliun
“EBITDA akan menjadi Rp 22,4 triliun setelah merger. Jadi kami akan menjadi perusahaan yang cukup besar, mendekati nomor dua di pasar, berdasarkan jumlah pelanggan,” jelas Group Chief Executive Officer Axiata Group Vivek Sood di Cyber 2 Building, Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Menurut dia, perhitungan-perhitungan tersebut menjadi alasan kedua perusahaan melakukan merger. Setelah menjadi operator seluler berukuran besar, Vivek menegaskan, sektor seluler Indonesia akan berubah menjadi pasar dengan tiga pemain.
Grafik Saham EXCL

