Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Keputusan Trump Terkait Tarif Kanada-Meksiko
JAKARTA, investortrust.id - Harga minyak mentah terus menguat didorong oleh kekhawatiran pasar terkait ancaman tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap impor dari Kanada dan Meksiko, yang mana dua negara itu merupakan eksportir minyak terbesar ke AS.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak Maret naik 38 sen menjadi US$ 77,25 per barel, sementara kontrak April naik 34 sen atau ke posisi US$ 76,23 per barel. Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 49 sen ke level US$ 73,22 per barel.
Meskipun secara mingguan Brent turun 1,6% dan WTI melemah 2%, sepanjang Januari Brent mencatat kenaikan 3,6% dan WTI naik 2%, ini menandai kinerja bulanan terbaik sejak Juni 2023.
Dalam pandangan riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), para investor masih menunggu keputusan akhir Trump mengenai apakah tarif 25% akan mencakup impor minyak dari Kanada dan Meksiko.
“Ketidakpastian ini membuat harga minyak naik, terutama karena potensi gangguan pasokan akibat kebijakan luar negeri pemerintahan Trump,” tulis riset ICDX yang diterbitkan Jumat, (31/1/2025).
Baca Juga
Selain itu, sanksi baru AS terhadap industri minyak Rusia, termasuk Gazprom Neft dan Surgutneftgas, yang mengekspor sekitar 970.000 barel per hari selama 10 bulan pertama 2024, turut memperketat pasokan global. Sanksi tambahan terhadap Venezuela dan tekanan maksimum terhadap Iran juga menambah faktor risiko geopolitik yang mendukung kenaikan harga minyak.
“Selain ancaman tarif, pelaku pasar minyak juga mengamati pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia (OPEC+), yang dijadwalkan berlangsung Senin depan,” jelas riset tersebut.
Trump kembali menekan OPEC dan Arab Saudi untuk menurunkan harga minyak, dengan klaim bahwa harga minyak yang lebih rendah dapat membantu mengakhiri konflik di Ukraina.
Baca Juga
OPEC Tidak Mungkin Menyerah pada Tekanan Trump yang Ingin Harga Minyak Murah
“Namun, dengan kemungkinan peningkatan permintaan akibat pengisian kembali cadangan minyak strategis AS serta potensi berkurangnya ekspor Rusia, harga minyak masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat,” paparnya.
Melihat dari sudut pandang teknis, ICDX memperkirakan harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 69 per barel.

