Harga CPO Global Menguat, Saham Emiten Sawit Berpotensi Cuan di Tengah Risiko Tarif Trump
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten sektor sawit atau crude palm oil (CPO) dinilai sebagai salah satu sektor yang paling diuntungkan dari tren penguatan harga CPO global serta dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan bahwa harga CPO kini berada dalam tren naik (uptrend), seiring peningktanpermintaan global.
Baca Juga
Tarif Impor CPO ke AS Dinego Jadi 0%, Pelaku Usaha Optimistis Ekspor Sawit RI Meroket
“Permintaan terhadap CPO global cukup kuat. Dengan tren harga yang menguat, otomatis kinerja saham dan keuangan emiten-emiten sawit juga terdampak positif,” ujar Nafan kepada investortrust.id, Rabu (23/7/2025).
Sejumlah saham CPO mencatatkan penguatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, di antaranya saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik 10,48%, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik 7,44%, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) naik 14,89%, dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) melonjak 36,98%.
Secara teknikal, dia mengatakan, penguatan ini diperkuat oleh tren moving average (MA-20 dan MA-60) yang mengindikasikan pola menguat.
Baca Juga
Meski Harga Pupuk hingga Bea Ekspor CPO Naik, Saham Perkebunan Masih Menarik!
Terkait rencana Presiden Trump untuk mengenakan tarif resiprokal 19% terhadap sejumlah komoditas, Nafan menilai, kebijakan ini belum menjadi ancaman serius bagi industri sawit Indonesia. “Pasar utama CPO Indonesia bukan Amerika Serikat, melainkan negara-negara BRICS seperti China dan India. Jadi dampaknya ke emiten sawit relatif kecil,” jelasnya.
Pemerintah masih aktif melakukan diplomasi dagang untuk menekan tarif, termasuk dalam negosiasi dengan US Trade Representative guna menurunkan tarif untuk produk unggulan ekspor seperti CPO, kakao, dan nikel. Bahkan Indonesia disebut sedang membuka peluang bergabung dengan aliansi BRICS, yang secara strategis dapat memperkuat posisi tawar dalam perdagangan komoditas global.
“Kami menunggu pengumuman resmi dari hasil perundingan, karena sejauh ini masih diumumkan Trump melalui Truth Social,” tutup Nafan.
Grafik Saham Sejumlah Emiten CPO

