Bos The Fed Angkat Suara Soal Bitcoin dan Mata Uang Kripto di Konferensi Pers, Apa Katanya?
JAKARTA, investortrust.id - Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve atau The Fed Jerome Powell menjawab pertanyaan tentang Bitcoin dan mata uang kripto pada konferensi pers yang diadakannya setelah keputusan suku bunga, Rabu (29/1/2025).
Dikutip dari Bitcoin Sistemi, Kamis (30/1/2025) ketika ditanya apakah Bitcoin dan mata uang kripto akan memengaruhi sistem keuangan, Powell menjawab sebagai berikut:
"Jika bank dapat mengelola risiko, mereka dapat menyediakan layanan kripto kepada nasabah mereka. Peran Fed dalam kripto difokuskan pada bank. Peningkatan regulasi kripto akan bermanfaat."
Rapat gubernur bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) atau dikenal dengan Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi agenda ekonomi yang ditunggu dunia. Pasalnya kebijakan bank sentral Amerika ini akan turut mempengaruhi arah perekonomian dunia, termasuk pasar keuangan dan investasi di negara-negara berkembang. FOMC adalah pertemuan rutin komite kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin dan Kripto Lainnya Menggeliat
Di Tanah Air, pertemuan ini dikenal dengan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Dalam FOMC, para pejabat yang bertugas mengatur tingkat suku bunga acuan (federal funds rate), kebijakan pembelian aset (quantitative easing), dan langkah lainnya untuk menjaga stabilitas ekonomi. Anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terdiri dari dua belas orang yakni tujuh anggota Dewan Gubernur The Fed, Presiden Bank Sentral Federal New York, dan empat dari sebelas presiden Bank Sentral yang tersisa, yang menjabat selama satu tahun secara bergiliran.
Sementara itu, Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) Amerika Serikat (AS) telah mencabut aturan yang membatasi layanan kripto bagi perbankan dan layanan keuangan tradisional. Dengan begitu, kripto dimungkinkan diadopsi oleh perbankan.
Mengutip Bitcoin.com, Minggu (26/1/2025), Pemimpin sementara SEC, Mark T. Uyeda, telah mencabut pedoman yang dikeluarkan dalam Staff Accounting Bulletin 121 (SAB 121), yang melarang bank menawarkan layanan kripto karena persyaratan komisi tersebut.
Baca Juga
Powell Sebut Bank Sentral Tak Terburu-buru Pangkas Suku Bunga Lagi
Dalam Staff Accounting Bulletin 122 terbarunya, komisi menyatakan bahwa mereka "mencabut pedoman interpretatif yang tercantum dalam Bagian FF dari Topik 5 dalam Seri Staff Accounting Bulletin yang berjudul Akuntansi untuk Kewajiban untuk Menjaga Kripto-Aset yang Dimiliki Entitas untuk Pengguna Platformnya."
Dengan dicabutnya aturan ini, bank dan lembaga keuangan tradisional lainnya kini bebas untuk menyertakan layanan kripto. Ini termasuk kustodian, kepada pelanggan mereka, membuka pintu bagi lonjakan besar orang untuk bergabung dengan saluran kripto.

