Harga Minyak Dunia Teredam Sinyal Positif Kesepakatan Damai Gaza
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah berlangsungnya libur perayaan hari Martin Luther King, Jr. dan hari pelantikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, harga minyak dunia bergerak mendekati level US$ 78 per barel pagi ini, Senin (20/1/2025).
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menyampaikan sejumlah sentimen di pasar mulai dari sinyal positif gencatan senjata Gaza, serta potensi peningkatan produksi AS dan Libya membatasi pergerakan harga minyak.
Sebagaimana diketahui kelompok Hamas membebaskan tiga sandera Israel dan Israel membebaskan 90 tahanan Palestina pada hari Minggu yang merupakan hari pertama gencatan senjata Gaza.
“Sinyal positif dari kedua belah pihak dalam melaksanakan fase pertama kesepakatan damai tersebut menguatkan harapan meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah pasca berlangsungnya konflik selama 15 bulan,” papar riset ICDX yang diterbitkan Senin (20/1/2025).
Baca Juga
Kesepakatan Damai Gaza Tercapai, Harga Minyak Dunia Naik Jadi US$ 82,28 per Barel
Selain itu, turut membebani pergerakan harga, Presiden terpilih Donald Trump pada hari Minggu kembali menegaskan rencana untuk meningkatkan produksi energi AS dengan menjanjikan untuk mencabut peraturan yang membatasi sektor energi domestik saat ini dan merilis kebijakan ekspansif selama masa jabatannya.
Produksi minyak AS sudah mendekati rekor tertinggi lebih dari 13 juta bph pada tahun 2024. “Sehingga dengan adanya rencana peningkatan produksi tersebut berpotensi mengimbangi dampak sanksi baru-baru ini terhadap minyak Rusia dan membuat pasokan minyak global akan tetap kuat,” urai riset tersebut.
Masih terkait pasokan, penjabat menteri minyak dan gas Libya, Khalifa Abdulsadek, pada hari Sabtu menyatakan harapan bahwa babak lelang lisensi baru eksplorasi minyak dan gas dapat disetujui oleh kabinet sebelum akhir Januari untuk mencapai tingkat produksi minyak 1,6 juta bph.
Abdulsadek juga menambahkan bahwa tujuannya bukan hanya untuk mencapai 1,6 juta bph tetapi untuk lebih meningkatkannya menjadi 2 juta bph.
Mengutip data resmi dari National Oil Corporation (NOC), produksi minyak nasional mencapai 1.413.372 bph.
Baca Juga
Potensi Kelebihan Pasokan hingga Sinyal Perang Dagang AS dan China, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
Sementara itu, bank sentral China pada hari Senin memutuskan tidak mengubah suku bunga acuan pinjaman selama tiga bulan berturut-turut, suku bunga acuan pinjaman (LPR) satu tahun dipertahankan pada 3,1%, sedangkan LPR lima tahun tidak berubah pada 3,6%.
“Keputusan tersebut sejalan dengan yang diharapkan oleh pelaku pasar, karena tekanan depresiasi yang menyebabkan pelemahan yuan akan membatasi upaya stimulus pemerintah China dalam menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu,” ulasnya.
Melihat dari sudut pandang teknis, ICDX memperkirakan harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 75 per barel.

