Usai Rugi Berkepanjangan, Pengelola Restoran (PZZA) Ini Diprediksi Cetak Laba mulai Kuartal IV-2024
JAKARTA, investortrust.id– PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) disebut berhasil mencatatkan perbaikan pesat dalam dua bulan terakhir tahun 2024. Perbaikan tersebut akan membuat perseroan catatkan laba bersih pada kuartal IV-2024, dibandingkan rugi bersih hingga September 2024 senilai Rp 96,7 miliar.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sable Nur Amalina dan Natalia Sutanto dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Jumat (17/1/2025) menyebutkan berdasarkan hasil pertemuan dengan manajemen PZZA ditambah pengamatan penjualan bulanan terungkap penjualan perseroan tumbuh pesat pada November dan Desember 2024.
Manajemen PZZA mengungkapkan penjualan November 2024 mencapai Rp 240 miliar dan kembali meningkat menjadi Rp 300 miliar pada Desember 2024. “Dengan raihan penjualan tersebut, manajemen PZZA berharap mulai raih laba bersih pada kuartal IV-2024,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Saat Kinerja Keuangan dan Saham Anjlok, Investor Ini justru Agresif Tambah Saham Sarimelati (PZZA)
Terkait prospek tahun 2025, manajemen PZZA dalam riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, perseroan optimistis terhadap pertumbuhan penjualan sebesar 7% tahun 2025 dengan torehan laba bersih. Pertumbuhan didukung sejumlah faktor, seperti peluncuran varian pizza baru.
Pertumbuhan juga didukung transisi sejumlah gerai menjadi gerai Pizza Hut Ristorante. Sebanyak 30 dari total 593 gerai yang dimiliki perseroan hingga Oktober 2024 telah diubah menjadi gerai Ristorante. Gerai format baru ini lebih rendah terhadap boikot, sehingga pemulihan bisa lebih cepat.
Sedangkan pencapaian laba akan dikejar melalui manajemen biaya secara ketat melalui efisiensi tenaga kerja. Perseroan berhasil menekan breakeven point sebanyak 20% menjadi hanya Rp 240 miliar per bulan.
Sebelumnya, Pemberton Asian Opportunities Fund mengumumkan telah menambah sebanyak 32 juta (1,06%) saham pengelola gerai restora Pizza Hut (PZZA) dengan harga pelaksanaan Rp 113 per saham pada 3 Januari 2025.
Baca Juga
Manajemen PZZA dalam pengumuman resminya di BEI, hari ini menyebutkan, aksi borong tersebut menjadikan total saham PZZA yang digenggam Pemberton Asian bertambah menjadi 8,01%.
Bulan lalu, Pemberton Asian juga telah memborong sebanyak 40 juta (1,33%) saham PZZA dengan harga pelaksanaan Rp 128 per saham. Pembelian saham dari pasar dilakukan pada 12 Desember 2024. Aksi ini menjadikan total saham PZZA yang dimiliki Pemberton bertambah dari semula 4,96% menjadi 6,29%.
Dengan aksi pembelian saham dalam dua bulan terakhir tersebut, Pemberton Asian kini menjadi pemegang saham terbanyak kedua setelah PT Sriboga Raturaya selaku pengendali menguasai 64,79% saham.
Grafik Saham PZZA

