Saat Kinerja Keuangan dan Saham Anjlok, Investor Ini justru Agresif Tambah Saham Sarimelati (PZZA)
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) mendadak melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,51% menjadi Rp 152 pada perdagangan intraday sesi II Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/1/2024).
Lompatan harga tersebut terjadi setelah Pemberton Asian Opportunities Fund kembali mengumumkan pembelian sebanyak 32 juta (1,06%) saham pengelola gerai restora Pizza Hut (PZZA) ini dengan harga pelaksanaan Rp 113 per saham pada 3 Januari 2025.
Baca Juga
Mendag Bidik Nilai Ekspor RI Tembus US$ 294,45 Miliar di 2025, Naik 7,1%
Manajemen PZZA dalam pengumuman resminya di BEI, hari ini menyebutkan, aksi borong tersebut menjadikan total saham PZZA yang digenggam Pemberton Asian bertambah menjadi 8,01%.
Bulan lalu, Pemberton Asian juga telah memborong sebanyak 40 juta (1,33%) saham PZZA dengan harga pelaksanaan Rp 128 per saham. Pembelian saham dari pasar dilakukan pada 12 Desember 2024. Aksi ini menjadikan total saham PZZA yang dimiliki Pemberton bertambah dari semula 4,96% menjadi 6,29%.
Dengan aksi pembelian saham dalam dua bulan terakhir tersebut, Pemberton Asian kini menjadi pemegang saham terbanyak kedua setelah PT Sriboga Raturaya selaku pengendali menguasai 64,79% saham.
Baca Juga
Pekan Ini, Tiga Saham Ini Layak Dilirik Didukung Sejumlah Faktor Ini
Terkait kinerja keuangan hingga September 2024, PZZA mencatatkan penurunan drastis pendapatan dari Rp 2,75 triliun menjadi Rp 2,03 triliun. Penurunan tersebut berimbas terhadap koreksi laba bruto dari Rp 1,82 triliun menjadi Rp 1,39 triliun.
Penurunan tersebut berimbas terhadap pembengkakan rugi operasional perseroan dari semula Rp 4,23 miliar menjadi Rp 82,40 miliar. Rugi periode berjalan juga bertumbuh pesat dari Rp 38,95 miliar menjadi Rp 96,71 miliar.
Grafik Saham PZZA

