Harga Emas Melemah Dipicu Rilis Data Pekerjaan AS yang Solid
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas turun ke zona US$ 2.693 per troy ons pada pembukaan pekan ini, Senin (13/1/202) setelah rilisnya laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat lalu mengungkapkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih kuat dari perkiraan mendukung narasi kekuatan ekonomi AS.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang dirilis pada Jumat menunjukkan bahwa nonfarm payrolls (NFP) bertambah sebanyak 256 ribu pada bulan Desember.
"Angka ini jauh melampaui perkiraan pasar sebesar 160 ribu dan lebih tinggi dibandingkan revisi data bulan November yang mencapai 212 ribu, sebelumnya dilaporkan 227 ribu," tulis riset ICDX yang diterbitkan hari ini, Senin (13/1/2025).
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang dirilis pada Jumat menunjukkan bahwa nonfarm payrolls (NFP) bertambah sebanyak 256 ribu pada bulan Desember.
"Angka ini jauh melampaui perkiraan pasar sebesar 160 ribu dan lebih tinggi dibandingkan revisi data bulan November yang mencapai 212 ribu, sebelumnya dilaporkan 227 ribu," tulis riset ICDX yang diterbitkan hari ini, Senin (13/1/2025).
Baca Juga
Harga Emas Tertekan di Tengah Katalis Ekonomi Amerika Serikat
Selain itu, tingkat pengangguran mengalami penurunan tipis menjadi 4,1% di bulan Desember dari 4,2% pada bulan sebelumnya. Namun, inflasi upah tahunan, yang tercermin dari perubahan pendapatan rata-rata per jam, sedikit turun menjadi 3,9% dari sebelumnya 4%.
"Hal ini membuat ekspektasi pasar bahwa The Fed kemungkinan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan akhir bulan ini dan memperkirakan hanya satu kali penurunan suku bunga tahun ini pada bulan Juni, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil," ulas riset tersebut.
Baca Juga
Harga Emas Tertekan di Tengah Ekspektasi Penurunan Suku Bunga
Di sisi lain, terdapat ketidakpastian seputar kebijakan pemerintahan Donald Trump bahwa janji Presiden terpilih AS untuk mengenakan atau menaikkan tarif impor secara besar-besaran dapat memicu inflasi.
ICDX memproyeksikan harga emas menurun dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.670 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.714. Support terjauhnya berada di area US$ 2.645 - US$ 2.580, sementara resistance terjauhnya berada di area US$ 2.735 - US$ 2.765.

