Harga Emas Melemah karena Dolar Menguat dan Data AS yang Solid
Poin Penting
|
CHICAGO, Investortrust.id - Harga emas sedikit lebih rendah pada Kamis (17/7/2025) terbebani penguatan dolar dan solidnya data ekonomi AS. Sementara kehati-hatian tetap ada karena pasar menunggu kejelasan perkembangan tarif.
Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$ 3.337,43 per ons setelah mencapai level terendah sesi di US$ 3.309,59. Sementara emas berjangka AS ditutup turun 0,4% pada US$ 3.345,3.
"Menyusul data AS terbaru, ada penguatan dolar dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS lebih tinggi. Hal ini menyebabkan pelemahan di pasar emas,” kata ahli strategi pasar RJO Futures Bob Haberkorn dilansir CNBC.
Dolar menguat 0,3%, membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang asing.
Baca Juga
Harga Emas Turun Setelah Capai Level Tertinggi 3 Minggu, Perak Meroket ke Puncak Sejak 2011
Sementara klaim pengangguran AS turun minggu lalu, menunjukkan pertumbuhan pekerjaan stabil pada Juli. Sedangkan data penjualan ritel melampaui ekspektasi, bertambah 0,6% bulan lalu, meskipun sebagian kenaikan tersebut kemungkinan mencerminkan kenaikan harga yang disebabkan tarif.
Gubernur The Fed Adriana Kugler mengatakan bahwa Fed tidak akan memangkas suku bunga untuk beberapa waktu karena dampak tarif pemerintahan Donald Trump mulai terasa pada harga.
Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, tetapi suku bunga lebih tinggi mengurangi daya tarik emas, karena tidak menghasilkan bunga.
Di bidang perdagangan, negosiator utama Jepang mengadakan pembicaraan dengan Menteri Perdagangan AS mengenai tarif. Sementara Tokyo berupaya menghindari pungutan sebesar 25% yang akan dikenakan kecuali kesepakatan dicapai sebelum batas waktu 1 Agustus.
“Jika Trump menindaklanjuti ancamannya dan ketegangan perdagangan meningkat, bukan hal yang mustahil untuk membayangkan emas akan menantang dan berpotensi memecahkan rekor tertingginya lagi,” kata analis pasar di City Index dan FOREX.com Fawad Razaq.
Baca Juga
Data Bea Cukai Swiss Kamis menunjukkan, ekspor emas dari Swiss melonjak 44% (bulan ke bulan) pada Juni karena emas terbang kembali ke brankas di Inggris dari AS melalui kilang Swiss.
Adapun paladium naik 3,8% pada US$ 1.277,78, mencapai level tertinggi sejak September 2023. Meningkatnya perang di Rusia, eksportir utama paladium, memicu kekhawatiran pasokan dan menaikkan harga.
Di tempat lain, harga perak naik 0,3% menjadi US$ 38,07 per ons dan platinum naik 3,1% menjadi US$ 1.460,13.

