Harga Emas Naik Dipicu Data Ekonomi AS yang Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas pulih ke zona US$ 2.649 per troy ons pada Kamis (5/12/2024) pasca publikasi data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang menunjukan penurunan perekrutan tenaga kerja swasta. Situasi ini terjadi di tengah spekulasi pasar bahwa kemungkinan The Fed menurunkan tingkat suku bunga pada pertemuan Desember.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) Kamis (5/12/2024), data ekonomi AS untuk Automatic Data Processing (ADP) menunjukan bahwa perusahaan-perusahaan di AS menambahkan 146.000 orang ke dalam angkatan kerja pada bulan November, di bawah estimasi pelaku pasar sebesar 150.000 orang. Angka tersebut di bawah revisi angka sebelumnya, dengan angka bulan Oktober di 184.000, turun dari 238.000 yang dilaporkan sebulan yang lalu.
"Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan pada September lalu, memungkinkan pendekatan lebih hati-hati dalam pemotongan suku bunga berikutnya. Meskipun pelaku pasar masih mengantisipasi penurunan suku bunga pada pertemuan Fed mendatang pada 18 Desember," tulis riset ICDX.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) Kamis (5/12/2024), data ekonomi AS untuk Automatic Data Processing (ADP) menunjukan bahwa perusahaan-perusahaan di AS menambahkan 146.000 orang ke dalam angkatan kerja pada bulan November, di bawah estimasi pelaku pasar sebesar 150.000 orang. Angka tersebut di bawah revisi angka sebelumnya, dengan angka bulan Oktober di 184.000, turun dari 238.000 yang dilaporkan sebulan yang lalu.
"Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan pada September lalu, memungkinkan pendekatan lebih hati-hati dalam pemotongan suku bunga berikutnya. Meskipun pelaku pasar masih mengantisipasi penurunan suku bunga pada pertemuan Fed mendatang pada 18 Desember," tulis riset ICDX.
Pada pertemuan sebelumnya, pengambil kebijakan The Fed memangkas tiga perempat poin pada pertemuan bulan September dan November. Selain itu, Federal Reserve (The Fed) berkomentar dalam survei Beige Book terbarunya yang dirilis pada hari Rabu bahwa aktivitas ekonomi AS meningkat sedikit di bulan November, dan bisnis-bisnis AS tumbuh lebih optimis mengenai prospek permintaan.
Emas sebagai safe haven juga didukung oleh gejolak geopolitik global, termasuk Korea Selatan kekacauan politik, Prancis pemerintah menghadapi keruntuhan, serangan pesawat tak berawak Rusia yang tiada henti di Ukraina dan Israel mengancam perang dengan Lebanon jika gencatan senjata dengan Hizbullah gagal.
ICDX memprediksikan saat ini harga emas turun dengan support beralih ke area US$ 2.620 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.674. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.585 - US$ 2.540, sedangkan untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.745.

