Harga Emas Tertekan di Tengah Ekspektasi Penurunan Suku Bunga
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas tertekan ke zona US$ 2.640 per troy ons pada Senin (6/1/2025). Di mana harga emas tertekan oleh penguatan Dolar AS akibat ekspektasi pengurangan suku bunga Federal Reserve yang lebih moderat.
Dalam riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) yang diterbitkan hari ini, Senin (6/1/2025) menyebutkan, pada pertemuan sebelumnya di bulan Desember seperti yang diperkirakan secara luas, Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) ke kisaran 4,25%-4,50%.
"Namun, para pengambil kebijakan memangkas proyeksi pelonggaran mereka menjadi hanya dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2025 dari empat kali penurunan yang diperkirakan pada bulan September. Proyeksi penurunan suku bunga yang lebih sedikit dari Federal Reserve AS (The Fed) melemahkan kinerja emas lebih lanjut," tulis riset tersebut.
Dalam riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) yang diterbitkan hari ini, Senin (6/1/2025) menyebutkan, pada pertemuan sebelumnya di bulan Desember seperti yang diperkirakan secara luas, Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) ke kisaran 4,25%-4,50%.
"Namun, para pengambil kebijakan memangkas proyeksi pelonggaran mereka menjadi hanya dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2025 dari empat kali penurunan yang diperkirakan pada bulan September. Proyeksi penurunan suku bunga yang lebih sedikit dari Federal Reserve AS (The Fed) melemahkan kinerja emas lebih lanjut," tulis riset tersebut.
Baca Juga
Katalis China dan Ketegangan Geopolitik Dorong Kenaikan Harga Emas
Kemudian Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly mengatakan pada hari Sabtu bahwa meskipun ada kemajuan yang signifikan dalam menurunkan tekanan harga selama dua tahun terakhir, inflasi masih tidak nyaman di atas target 2%.
"Selain itu, Gubernur Federal Reserve (The Fed) Adriana Kugler mengatakan pada hari Sabtu bahwa inflasi masih tidak nyaman di atas target The Fed, tetapi bank sentral sedang mengusahakannya," jelasnnya
Di sisi lain, data ekonomi AS yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) pada hari Jumat menunjukkan bahwa IMP Manufaktur AS naik menjadi 49,3 di bulan Desember dari 48,4 di bulan November. Angka ini berada di atas konsensus pasar sebesar 48,4.
Baca Juga
Selain itu, fokus pasar kedepan menunggu dengan kehati-hatian pada Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) akan dipublikasikan pada hari Rabu. Pada hari Jumat, data pasar tenaga kerja AS bulan Desember akan dipantau secara ketat, termasuk nonfarm payrolls (NFP), tingkat pengangguran, dan pendapatan rata-rata per jam.
ICDX memperkirakan harga emas menurun dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.620 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.674. Support terjauhnya berada di area US$ 2.565 - US$ 2.480, sementara resistance terjauhnya berada di area US$ 2.695- US$ 2.725.

