Harga Emas Tertekan di Tengah Katalis Ekonomi Amerika Serikat
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas turun ke zona US$ 2.635 per troy ons pada Selasa (7/1/2025) di tengah pelaku pasar menunggu serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk laporan pekerjaan Jumat mendatang yang memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Riset Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mengungkapkan Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook telah mengisyaratkan kehati-hatian dalam penurunan suku bunga lebih lanjut, mengingat ekonomi yang kuat dan inflasi yang tetap tinggi.
“Hal ini menambah tekanan pada emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga menjadi kurang menarik di tengah suku bunga tinggi,” tulis riset ICDX yang diterbitkan hari ini, Selasa (7/1/2025).
Baca Juga
Harga Emas Tertekan di Tengah Ekspektasi Penurunan Suku Bunga
Di sisi lain, dalam berita yang beredar Presiden terpilih Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk menyederhanakan tarif dengan tarif universal pada barang-barang penting.
“Tetapi pada saat yang bersamaan Trump membantah laporan bahwa ia sedang mempertimbangkan rencana tarif yang akan mempersempit fokus pada sejumlah barang dan jasa tertentu, sehingga hal ini membuat ketidakpastian ekonomi,” paparnya.
ICDX memproyeksikan harga emas menurun dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.620 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.674. Support terjauhnya berada di area US$ 2.565 - US$ 2.480, sementara resistance terjauhnya berada di area US$ 2.695 - US$ 2.725.
Baca Juga
Katalis China dan Ketegangan Geopolitik Dorong Kenaikan Harga Emas

