Katalis China dan Ketegangan Geopolitik Dorong Kenaikan Harga Emas
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas melanjutkan kenaikannya ke zona US$ 2.626 per troy ons pada Jumat (3/1/2025). Kenaikan ini dipicu oleh penguatan data ekonomi China serta ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) mengungkapkan penguatan emas didukung oleh survei World Gold Council menunjukkan bahwa bank-bank sentral utama kemungkinan akan meningkatkan pembelian emas selama 12 bulan ke depan, yang akan meningkatkan permintaan logam mulia ini.
“Di sisi lain, ketegangan geopolitik yang masih berlangsung tetap mendukung kinerja emas,” tulis riset yang diterbitkan hari ini, Jumat (3/1/2025).
Dalam berita yang beredar, Rusia melancarkan serangan pesawat tak berawak di ibukota Ukraina, Kyiv, pada Hari Tahun Baru, Rabu dini hari, yang mengakibatkan dua orang tewas. Sementara itu, militer Israel mempertahankan tekanan di Gaza utara, melakukan serangan di pinggiran Kota Gaza pada hari Rabu
Baca Juga
Data ekonomi China pada sebelumnya menunjukan pemulihan pada aktivitas manufaktur China menunjukkan pertumbuhan yang minim di bulan Desember, sektor jasa dan konstruksi telah mengalami pemulihan.
“Data ini mengindikasikan bahwa stimulus kebijakan mulai berdampak, yang pada akhirnya menimbulkan ekspektasi pada peningkatan permintaan,” urai riset tersebut.
Di sisi Dolar AS, data ekonomi AS menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap kuat, dengan klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah dalam delapan bulan.
Baca Juga
Ekspektasi Pemotongan Bunga Fed Meningkat, Harga Emas Naik Tipis
“Data ini mendukung proyeksi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan suku bunga yang relatif tinggi. Selain itu, didukung ekspektasi pengurangan suku bunga Federal Reserve yang lebih moderat,” ulasnya.
ICDX memproyeksikan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.550 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.634. Support terjauhnya berada di area US$ 2.505 - US$ 2.480, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.665 - US$ 2.715.

