Berjaya Sepanjang 2024, DSSA dan PANI Masuk Jajaran Top 10 Market Cap BEI
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak dua emiten berhasil merangsek masuk dalam jajaran 10 kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) jelang penutupan tahun 2024. Sedangkan posisi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar berhasil direbut PT Barito Renewables Energy Tbk (BRE) dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sepekan jelang tutup tahun 2024.
Berdasarkan data BEI, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) merupakan emiten yang berhasil merangsek masuk dalam jajaran top 10 market cap. DSSA memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp 282 triliun hingga penutupan perdagangan saham akhir pekan ini, sehingga emiten Sinarmas ini masuk jajaran kedelapan untuk market cap terbesar.
Baca Juga
Gulingkan BBCA, Barito Renewables (BREN) kembali Rebut Tahta Emiten Market Cap Terbesar di BEI
Sedangkan saham emiten yang dikendalikan grup Agung Sedayu dan Salim Grup (PANI) tercatat dengan kapitalisasi pasar terbesar normor 9 dengan nilai Rp 271 triliun. Lompatan tersebut didukung penguatan harga saham ini sebanyak 227,55% dalam sepanjang tahun 2024 berjalan atau year to date (ytd).
Adapun PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berhasil merangsek masuk menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar di BEI menggulingkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Hingga penutupan perdaganganan akhir pekan lalu, kapitalisasi pasar saham BREN mencapai Rp 1.231 triliun mengalahkan BBCA senilai Rp 1.178 triliun.
Sedangkan dua emiten yang keluar dari daftar top 10 market cap BEI tahun ini, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan kapitalisasi pasar Rp 158,77 triliun dan PT Astra International Tbk (ASII) dengan kapitalisasi pasar Rp 197,15 triliun.
Akhir tahun lalu, top 10 market cap dihuni BBCA Rp 1.147 triliu, BREN Rp 1.000 triliun, BBRI Rp 858,99 triliun, BYAN Rp 663,33 triliun, BMRI Rp 559,02 triliun, AMMN Rp 474,99 triliun, TPIA Rp 454,18 triliun, TLKM Rp 391,29 triliun, ASII Rp 228,73 triliun, dan BBNI Rp 198,64 triliun.
Baca Juga
IHSG BEI Ytd Anjlok 3,97%, Terburuk di Asean dan Nomor 2 di Asia Pasifik
Keberhasilan dua emiten tersebut masuk jajaran top 10 market cap berbanding terbalik dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI year to date (ytd) turun sebanyak 3,97%. Bahkan, kinerja IHSG BEI tercatat yang paling buruk di Asean dan nomor dua terburuk di Asia Pasifik.
Sedangkan indeks terburuk kedua dicatatkan bursa saham Thailand (SET Index) dengan koreksi 3,59%. Sebaliknya indeks dengan penguatan paling pesat dicatatkan bursa Singapura dan Malaysia dengan kenaikan masing-masing 14,80% dan 9,40%.
Begitu juga di tingkat Asia Pasifik, penurunan paling dalam IHSG BEI hanya kalah dari bursa Koreai, Kospi Index, dengan koreksi sebanyak 9,46% diikuti IHSG BEI sebanyak 3,97%. Sebaliknya penguatan paling tinggi dicatatkan indeks TSE indeks (Taiwan) 25,54%, Hang Seng (Hong Kong) 15,68%, dan indeks Nikkei 225 (Jepang) 15,65%.
Grafik IHSG

