Jelang Dua Aksi Korporasi Besar, Saham Chandra Asri (TPIA) Jatuh hingga ke Luar Top 3 Market Cap BEI, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan penurunan beruntun dalam sebulan terakhir lebih dari 15% hingga posisinya sebagai emiten dengan kapitalisasi (market cap) terbesar ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI) tergusur. Koreksi tersebut berbanding terbalik dengan saham-saham emiten Prajogo Pangestu lainnya yang justru mencatatkan lompatan harga.
Penurunan harga saham TPIA juga berbanding terbalik dengan sejumlah rencana aksi korporasi yang bakal direalisasikan tahun ini, seperti rencana akuisisi 80% saham Shell Singapura yang bisa mendongkrak pendapatan hingga enam kali lipat dan rencana unlock value Chandra Daya Investasi yang berpotensi menarik dana US$ 1 miliar.
Baca Juga
Jangan Ketinggalan! Barito Pacific (BRPT) Amunisi Terakhir Lambungkan Kekayaan Prajogo Pangestu
Chandra Daya Investasi merupakan anak usaha TPIA yang menyediakan solusi bisnis infrastruktur. Bisnis energi dijalankan oleh Krakatau Daya Listrik, bisnis air melalui Krakatau Tirta Industri, serta bisnis jetty dan tank lewat Redeco Petrolin Utama.
Berlanjutnya penurunan harga saham tersebut menjadikan posisi TPIA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga terlempar ke peringkat empat disalip PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Saat ini, market cap TPIA mencapai Rp 780,76 triliun, dibandingkan dengan BBRI Rp 780,76 triliun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TPIA telah melemah sebanyak dari Rp 10.475 pada penutupan perdagangan 9 Agustus menjadi Rp 9.075 pada perdagangan intraday sesi I, Rabu (11/9/2024). Dengan demikian terjadi penurunan sebanyak 15,42% dalam sebulan terakhir.
Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan empat saham lainnya yang dikendalikan Prajogo Pangestu, yaitu saham BREN melesat dari level Rp 8.350 menjadi Rp 11.675 atau melesat 39,82%. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melesat dari Rp 7.925 menjadi Rp 13.475 atau melesat 70,03%.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Kilang Minyak dan Kimia Shell Energy, Begini Dampaknya Positifnya
Begitu juga dengan saham PT Petrindo Jaya Kreasi tbk (CUAN) dalam sebulan terakhir dari level Rp 7.800 menjadi Rp 9.200 atau melambung 17,94%. Penguatan juga melanda saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melesak dari Rp 1.045 menjadi Rp 1.145 atau naik 9,5%.
Berdasarkan data Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali saham grup Barito. Dirinya tercatat memegang 71,1% saham BRPT. Prajogo melalui BRPT menggenggam 69,64% saham BREN, BRPT menguasai 30,06% saham TPIA, Prajogo juga tercatat sebagai pemegang langsung 84,9% saham CUAN dan Prajogo melalui CUAN mengendalikan 41,51% saham PTRO.
Grafik Saham TPIA

